Kereta Hias

Kereta hias, becak hias, gowes hias atau apapun namanya. Kereta berhiaskan lampu warna-warni ini menjadi hiburan alternatif warga di sela aktifitas sehari-hari tanpa perlu ke luar kota. Wahana mainan yang satu ini sudah marak di mana-mana. Saya menemukan di beberapa kota yang saya kunjungi, yang disewakan memutari alun-alun kota.

Begitu juga di Yogyakarta. Kereta hias bisa dengan mudah ditemukan di alun-alun selatan, yang memang dijadikan sebagai sentra wisata malam untuk keluarga. Kereta ini terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang dipakai untuk empat orang, atau yang lebih panjang bisa dipakai oleh delapan orang. Bahkan ada yang bertingkat, penumpang duduk di atas kereta sehingga bisa lebih leluasa memandang sekitar.

Pada prinsipnya kereta ini bekerja berdasarkan kayuhan pedal yang terdapat di masing-masing kursi. Meskipun berpenumpang banyak, asalkan masing-masing tidak malas mengayuh, kereta bisa berjalan dengan lancar. Hiasan di kereta juga beraneka macam. Rata-rata berbentuk tokoh kartun yang lucu dan populer di televisi. Selain lampu warna-warni, ada pula yang difasilitasi dengan cd player yang mengumandangkan lagu.

Nah, jalan yang mengitari alun-alun selatan Yogyakarta, khususnya tiap malam Minggu selalu penuh oleh kereta ini. Baik yang sedang berputar maupun dipajang di tepi jalan menunggu penyewa. Akibatnya? Ya macet! Saya sendiri yang orang Jogja menghindari lewat kawasan ini di bila malam hari. Macetnya gak ketulungan dah..

Oh ya, saya sempat tanya, menyewa kereta hias di alun-alun selatan kisaran Rp 25.000 – Rp 30.000 untuk dua kali putaran. Tapi pada saat hari sepi, Rp 15.000 pun akan diberikan. Satu lagi, bisnis di bidang ini tidak selalu harus memiliki kereta sendiri. Di Jogja ada orang yang bekerja mencari calon penyewa, bernegosiasi dan diarahkan pada kereta hias tertentu. Seandainya deal dan ada penyewa, ia akan mendapatkan fee dari pengelola kereta. Marketing? Ya semacam itulah..

.

**Related post: Panning Photography

Advertisements

37 comments

      1. Haiyah.. apik elek itu relatif mas…
        Ini gaya saya yang sok keminter: foto2 mas Syafi’i yang diambil pake kamera saku kalo dilihat dari sisi kualitas gambar ya jelas ga bisa dibandingkan dengan hasil kamera SLR, tapiii….. foto anda tuh bercerita lho… saya suka! Nek fotone wedok wes tak pek yang! hahaha….

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s