Digital Imaging

Kemarin, saya sempat terdiam setelah membaca komen seorang penggemar dalam salah satu postingan yang berbunyi seperti ini:

“Yang aku sebel dari potograper handal itu, pas difoto sama dia, obyeknya kelihatan baguuusss banget. Tapi giliran ngeliat sendiri nggak seperti yang di dalam poto.”

Saya tidak merasa sebagai seorang fotografer handal. Namun karena komen itu ditulis dalam post saya, dalam keadaan tidak GR saya meyakini itu (salah satunya) ditujukan untuk saya. Kemudian tanpa saya tulis dan tanpa berniat membela diri, saya berpikir bahwa tidak salah saya mencoba mengolah gambar, tanpa merubah esensi agar tampak lebih indah bila dilihat. Demikian.

Bagi pelaku fotografi tentunya akan faham, bahwa waktu yang pas untuk pemotretan outdoor itu dilakukan pada pagi atau sore hari. Sinar matahari yang berlebihan pada siang hari akan sangat mereduksi warna asli dari obyek yang difoto. (eh, ini menurut saya yang tidak faham teori fotografi ding!). Nah, apabila terpaksanya harus dilakukan pemotretan pada siang hari, untuk itu disiasati dengan cara olah digital, atau istilah yang lebih canggih adalah digital imaging. Kegiatan ini bisa dilakukan menggunakan berbagai software semacam photoshop, gimp atau software instan yang free downloaded. So, Anda yang suka motret pakai hape kemudian diolah pakai aplikasi photo editor atau apapun, Anda telah melakukan prosed digital imaging secara sederhana. Keren yah? πŸ™‚

Sekali lagi menurut saya, olah digital atau ada beberapa yang menyebut salon foto terdiri dari beberapa macam. Dari yang sekedar merubah foto berwarna menjadi hitam putih, mengatur saturasi warna, brightness dan kontras, hingga yang memang manipulasi dengan menambah atau menghilangkan obyek, bahkan menggabungkan beberapa gambar menjadi satu image yang indah. Ya, olah digital alias “oldig” memang suatu bentuk pengolahan citra. Dengan semakin canggihnya teknologi, orang semakin dimudahkan untuk membuat karya yang terbaik. Bahkan studio foto kelas dewa pun juga membutuhkan sentuhan digital untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada kliennya.

Saya memang suka motret, dan suatu saat pernah bekerja di media yang cenderung menampilkan karya foto yang menonjolkan keindahan. Namun di pekerjaan saya dulu itu tentunya sangat ditabukan bila harus memanipulasi gambar dengan menghilangkan atau menambah sesuatu di situ. Sehingga bila memotret harus dengan angle yang pas, framing yang pas dan tentunya sikon yang pas pula. Cukup beruntung saya masih sempat ngerasain era kamera analog, sehingga saat mengenal kamera digital tidak begitu canggung lagi. Namun, saya bukanlah orang yang mampu mensiasati alam. Kalau pas sinar matahari terang banget ya tetap saja hasilnya nyebelin. So, itulah fungsinya olah digital.

Tentang pengolahan digital yang menggabungkan berbagai gambar gitu saya tidak pintar, mendingan tidak usah saya ulas di sini. Malu dong saya kalo ada expert yang baca tulisan ini dan ternyata saya salah! Lagian saya juga tidak ada contoh karya yang layak untuk ditampilkan di sini.

Oh iya, kalau pas pakai kamera DSLR saya jarang sekali ngedit kebangetan, karena saya sudah pintar paling hanya brightness dan kontras. Mungkin terbawa dari kebiasaan saya kerja dulu. Namun sekarang, olahan yang rada brutal kadang saya lakukan juga saat saya menggunakan kamera saku atau kamera hape, dengan kondisi gambar yang jeleknya juga super brutal. Tapi tergantung dari kebutuhan juga ding…

Berikut adalah beberapa foto olahan saya. Foto-foto berurutan dari yang original diikuti yang sudah diolah. Semua foto sudah pernah saya upload di fb, kecuali foto sawah. Kebetulan semuanya saya usreg-usreg menggunakan photoshop. Hmm.. enggak bagus sih.. Tapi sekedar sharing aja gak papa ya.

Foto diambil jam 12.03 siang, dihilangkan gambar orang dan motor biar terlihat bersih

Foto diambil jam 02.00 siang, di tengah alun-alun yang panasnya ga usah diceritakan

Hasilnya noise banget, karena main zoom trus dicrop. Maunya sih biar berkesan panorama.. πŸ™‚

Yang ini sudah pernah muncul beberapa waktu lalu, mensiasati gak punya filter IR

Lha ini ke-5 teman saya, mata, bibir dan hidungnya saya tukar.. Trus saya diamuk! πŸ˜€

.

Bagi sahabat fotografer yang melihat ada salah dalam saya menjelaskan, mohon untuk berkenan mengoreksi. Point dari tulisan ini adalah, niat saya, seorang fotografer tentunya ingin menampilkan sesuatu yang indah untuk dipandang, dan bukan berniat membohongi. Selamat pagi, selamat berkarya… πŸ™‚

Advertisements

24 comments

  1. Itu, yang diquote, Kayaknya komen aku deh.. πŸ˜†

    Kenapa penggemarnya dicoret? Kan emang kenyataan.

    Aku kok nangkepnya, berhati-hatilah dengan fotografer ini. Dia bisa menyulap sesuatu yang tidak indah menjadi begitu indah. Dan pastinya juga kebalikannya kan?

    πŸ˜€

    Like

    1. fotografer itu punya mata elang Ra, tajam dan feelnya juga pasti oke kalau motret.. akan terasa berbeda ketika orang awam yang motret hanya sekedar motret sama orang yang motret pake perasaan…

      *ini pengamatan aja sih soalnya sering juga mbedain hasil2 jepretan orang yg biasa motret sama yg motret sekedar motret diri.. πŸ˜€

      dan itu bukan sekedar bakat alam ya mas, bisa dipelajari kan ya? sering2 motret lama2 feelingnya oke ya nggak sih mas? hehe..

      soalnya aku juga sering gemes kalau motret nggak kelihatan oke.. apalagi objek bergerak semacam konser musik.. pernah motret hasilnya nggak enak disawang hehe..

      Like

  2. Saya kalau nge-edit foto sangat amat sederhana, kontras sama terang gelap doang, maklum selain gaptek, modalnya pun cuma kamera dr HP…spesialisasi sayah hehehe *pengumuman ndak penting*

    Like

  3. nah gini dong postingannya, bagi2 rahasia fotografer nya sip sip…saya malah jarang maenan photoshop, ribet malahan biar ajah kalau saya, hasile sak onone kecuali crop dan sesekali menganti wajah saya hehehehe

    Like

      1. angel emang muji orang satu ini, yo wes lah yg jelas emang saya kagum loh sama foto2nya si om ini, benar kata mas edy, ada sebuah kesederhanaan padahal hasile mewah

        Like

  4. Klo foto outdoor + siang = washout…
    Tp klo foto intraoral bagusnya malah siang2,, hhhmmm….
    Klo foto, aku sukanya yang lebih bagus dari aslinya, biar indah2nya aja yg dikenang…
    Btw, kok foto tuanya di-upload?? Gagal pencitraan deh Dek… hahaha…

    Like

      1. Hahaha,, klo dr foto, gak salah dong klo aku nebak pertama tahunnya segitu.. Y(^_^)Y

        But you’re young at heart, so I still called you Dek.. β†–(^β–½^)β†—

        Like

  5. Pernah denger komen dari fotografer handal, dia bilang ga ada salahnya loh Photoshop, yang namanya fotografer kudu akrab juga sama photoshop. Kerjaan saya aja ga murni seratus persen bebas dari photoshop kok.. Gitu e Mas..

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s