Cukur

Cukur atau potong rambut adalah aktifitas sederhana, maksudnya kita hanya sekedar datang ke salon atau barber shop atau potong rambut Madura, duduk memasrahkan rambut yang di kepala kita diedit oleh kapster alias tukang cukur. Hasilnya? Tergantung mood yang nyukur.. πŸ™‚

Saya terakhir potong rambut bulan Juni lalu! Serius ini.. Kemarin saya sempat bermimpi punya rambut gondrong kayak jaman masih muda dulu. (Iya, sekarang saya sudah rada tua). Trus saya pengen punya tattoo di lengan. Tapi saya gak tertarik untuk piercing..

Balik ke rambut.. Iya, saya sempat pengen punya rambut panjang lagi. Dan sudah sekian bulan ini saya biarkan rambut saya tumbuh semakin gondrong. Bukan panjang, tapi gondrong (bedanya apa sik?)

Namun akhir-akhir ini permasalahan muncul. Rambut saya yang cenderung ikal jadi keliatan awut-awutan (banget). Ditambah perilaku saya yang malas sisiran semakin memperparah penampilan, yang basicnya emang sudah ugly stadium IV.. Solusinya, pake prinsip asal pake topi, aman! πŸ˜€ Dari sisi ekonomi juga cukup tidak menyenangkan. Karena ternyata saya jadi lebih boros shampoo.

Semingguan ini, penyakit malas saya semakin parah. Untungnya belum sampai tahap malas mandi dan keramas ya,, tapi malas cukuran dan nyabun muka dan sisiran. So, gondrong, awut-awutan dan berewokan! Sebenarnya saya sudah foto, tapi ga tega untuk posting di sini..Β  Kemarin beberapa teman sudah mulai komentar, ibu dan adik-adik juga sudah bilang mukaku (semakin) menakutkan..
Nah, puncaknya tadi saya dibbm mantan aka ibunya anak-anak, minta tolong titip Runi karena di rumahnya ga ada yang jaga. Waktu jemput di sekolah, harapanku adalah senyum cantiknya setelah sekian lama ga ketemu (eh, sebenarnya baru 3 hari ding!). Tapi komentar yang muncul dari mulutnya adalah, “Bapak njijiki..!!” hahaha… Dan seharian ini tadi berulang kali dia bilang gitu dan minta saya potong rambut. Saya hanya tanggapi dengan tertawa..

Nah, barusan ini tadi saya antar dia pulang ke rumahnya. Saat saya pamit, dia (baca: anakku, bukan ibunya!) bener2 ga mau cium! “Aku ga mau cium kalo bapak ga potong rambut!” Waduh, patah hati bener aku.. 😦 Hmm…

Oke deh, saat ini saya di barber langganan. Melupakan rambut dikuncir dan beruntung saya belom jadi bikin tattoo. “Iya dek, bapak potong rambut. Tapi janji adek tetep jadi pacar bapak ya..” πŸ˜€

.

Advertisements

23 comments

  1. Nah, barusan ini tadi saya antar dia pulang ke rumahnya. Saat saya pamit, dia (baca: anakku, bukan ibunya!) bener2 ga mau cium! β€œAku ga mau cium kalo bapak ga potong rambut!” Waduh, patah hati bener aku..=== this is hilarious! hehehe. Saya jadi membayangkan situasinya.. hmmmm πŸ™‚

    Subhan Zein

    Like

    1. Hehe.. Ritual yang selalu kami lakukan adalah saling bergantian kecup dahi, pipi dan adu hidung. Tapi ini tadi dia bener-bener ga mau.. πŸ™‚
      Barusan selesai potong rambut saya telpon dan besok kalau ketemu minta jatah cium 4x πŸ™‚
      Thanks for stopping by, Mas..

      Like

      1. hahahaha nguyu aku moco komentne om, kok pesimis yah?? πŸ˜€
        makanya jangan gampang menebar pesona, pasti adalah kalau Tuhan sudah berkehendak, bukannya manusia itu diciptakan berpasang2an?? hehe semangat lah om πŸ™‚

        Like

      2. haha angel memang cowok iki, keras di luar tapi sakjane hati ne melow hehehe piss om, mudah2an gak lagi PMS yah jadi gak marah2 lagi πŸ˜›

        #eh mau ninggalin pesan “jangan menyerah om utk mencari pasangan lg” πŸ˜€

        Like

  2. kalau kami diMalaysia…
    bercukur dalam bahasa Inggeris ‘shaving’…
    kalau bergunting rambut baru ‘haircut’…

    beza ya.. πŸ™‚

    Like

      1. dari mana pula ide itu…tidak ada diMalaysia seperti yang anda sebutkan…

        *don’t listen to rumors, come and see for yourself..

        Like

  3. Wah dengan 8000 fasilitas yang didapatkan lumayan juga hehe..
    Nama putrinya cantik, Runi artinya apa mas?

    *memang mending dipotong sisa berapa centi deh daripadangondrong nggak jelas hihi

    Like

      1. pilihan yang bagus πŸ™‚ dan saya pernah menang lomba menulis cerita yang tokoh utamanya saya kasih nama Puan Seruni, saya suka nama itu πŸ™‚

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s