Razita

My niece, Razita is playing with her shadow…

[ Nikon D3000 | 1/50 sec | ISO-400 | 70mm ]

Advertisements

18 comments

      1. Hahaha.. ah mana ada fotografer cuma iseng jepret-jepret aja ini 😀 Itu loh kalau menurut mata saya yaa.. tapi silahkan diberi penjelasan mungkin sengaja barang kali dibuat seperti itu ? Karena effek bayanganya sianak dikaca justru lebih tajam loh.

        Like

      2. Saya fokusin di kaca karena memang itu yang saya jadikan POI.
        F-stop f/4.5, eksposure 1/50 sec, focal lenght 70mm, outdoor pada jam 12.09 PM dan pantulan sinar matahari dari lantai tidak bisa saya reduksi… bracketing 6 frames semua sama.
        Saya mohon petunjuk Mas.. 🙂

        Like

      3. Nah sudah diduga tadi sepertinya fokusnya bukan ke siadik kecil itu tapi ke kaca. 😀 Jadi jelas siadik kecil keliatan blur ya hehe.. Saya gak bisa kasih petunjuk mas karena belum pernah nyoba jepret yang gitu hehe..
        Tapi klau menurut saya nih mas ya, lebih ok difokus kan ke siadik kecil itu.. karena itu kan cermin otomatis bayangan akan muncul dengan sendirinya s ketika yg dijepret sianak keci.Ya tapi sudutnya harus sesuai kalau supaya dapat pantulan banyangan dicermin, Ituloh kalau menurut saya. Tapi beda lagi kalau memang kita tidak bisa memotret objeknya seperti memotret diri sendiri ketika di cermin jadi fokusnya jelas harus ke cermin.

        Like

      4. masalahnya dari sudut manapun sinar matahari saat itu tidak bisa disiasati karena tepat di atas kita.. mungkin saya yang tidak bisa menyiasati ya.. 🙂
        Lantas, saya sendiri juga tidak ingin kehilangan momen karena si Zita ini kalo tahu difoto pakdenya mesti langsung narsis abis.. Trus satu hal lagi, kalo mau fokusnya di cermin ya saya harus fokus ke sana… kecuali kalo diset all focus.. tapi bagi saya itu gak asik.. terimakasih sarannya Mas.. 🙂

        Like

      5. Ya yang penting kan momentnya dapat mas masalah teknik dah lain-lain kadang perlu dikesampingankan 😀
        Ribet urusanya kalau selalu harus sesuai dengan aturan yang penting apa yang diinginkan seorang fotografer tercapai. 🙂

        Waduh itu mah bukan saran mas yang ada saya malah koment gak jelas ya hehe.. saya juga belum nyoba dengan kondisi seperti itu.. Ntar deh saya pelajari lagi kalau udah nanti saya sharing 😀

        Masing-masing orang punya perspekstif sendiri terhadap apa yang dijepret. Jadi kalau menurut mas itu ok-ok aja jangan perdulikan komentar orang lain. Karena orang lainpun belum tentu tau apa yang kita ingin hasilkan dari sebuah foto. Biar foto yang berbicara ya hehe..

        Like

      6. Ya, menurut saya gambar ini oke, dan target saya tercapai.. 🙂
        Waa.. tapi ya ndak bisa diabaikan gitu saja dong.. kalo ndak model gini nanti saya kehilangan teman buat sharing trus kehilangan peluang tambah pinter.. 🙂 lha pengen duduk ngopi bareng ongkosnya juga gede! hehe… 😀

        Like

      7. Hehe.. saya suka orang seperti mas merendah gitu kalau dikomentari tentang fotonya walapun padahal udah jago motretnya loh 😀 Dan mau menerima apapun komentar orang. Karena ada juga loh mas, kalau dikritik fotonya marah suerr saya pernah kejadian itu hehe.. Kemudian diajarin dan dkitik lagi malas dibalas dengan alasan yang tidak sesuai. Padahal saya tau kalau dianya sepertinya masih belajar tapi itu tadi kurang menghargai pendapat orang lain yang katakanlah lebih duluan belajar. 🙂 Padahal apa salah tinggal bilang terimakasih ya iya saya masih kurang paham. Kan enak ya gak mas hehe.. Aduh kok malah curcol ini hahahaha

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s