Mari Berbagi

Perjalanan saya yang terakhir atas nama kantor adalah saat mengikuti ekspedisi Berbagi Ide Segar, di mana tim melakukan creatif sharing dan creative giving di beberapa kota. Creative sharing biasanya berwujud seminar atau diskusi di perguruan tinggi maupun dengan komunitas (blogger/ fotografi) di kota tersebut. Sementara creative giving berujud bantuan ke panti sosial.

Panti sosial yang saya kunjungi rata-rata adalah panti asuhan anak yatim piatu. Tapi ada juga yang membuat miris, salah satunya panti asuhan cacat ganda di Semarang. Tidak hanya cacat fisik, namun juga mental. Kebanyakan mereka adalah korban aborsi gagal!! Gila, sungguh terkutuk mereka yang mau menikmati enaknya, tanpa mau menanggung hasil perbuatannya! Sumpah, saya yang urakan pun tidak kuat menahan tangis saat menemui mereka. Dan entah, hati kecil saya melarang untuk mengambil gambar mereka.

Berikut adalah beberapa foto penghuni panti asuhan anak yatim piatu di Solo, Banyuwangi ddan Bogor. Mereka adalah genenasi muda yang punya hak sama untuk belajar dan bekerja di bumi kita.

Selain itu, masih ada juga panti lain yang saat masuk ke sana ada perasaan geli campur ngeri. Yaitu panti asuhan cacat mental di Bekasi. Iya, cacat mental di sini berarti sakit jiwa. Pernah saya tulis dan bisa dibaca di sini. Silahkan dibaca, sukur-sukur kalau pengen bantu ada alamat dan nomor rekeningnya… πŸ™‚

Btw, siang ini tadi saya mendapatkan sms dari salah satu panti yang pernah saya kunjungi. Sekedar menanyakan kabar dan kapan saya akan main lagi ke sana. Sungguh berdosa rasanya bila saya menjawab pertanyaan kedua dengan sekedar basa-basi.Trus saya bingung, trus nulis ini…

Advertisements

22 comments

  1. Ya ampun, jahat bgt org tua yg kaya gitu. Ga salah apa2, tapi anaknya yang jadi korban.

    Saya bener2 mengutuk orang-orang yang tega berbuat aborsi.

    πŸ˜₯

    Like

  2. dulu semasa kerja jg sering ngadain event di panti2…juga di kawasan kumuh dan anak2 jalanan, larass banyak foto bersama anak2 itu tp tidak pas di panti anak2 cacat, sama kek om, gak tega, mgkg lebih tepatnya krn larass bagian dari mereka yah, sesama cacat jd larass gak tega bahkan pas lihatnya ajah gak tega, bisa dibilang klu pilihannya ke panti cacat, larass gak ikut atau milih tinggal di mobil tp klu ke panti anak yatim dan anak2 jalanan barulah larass ikut πŸ™‚

    thanks om, sudah sharing setidaknya mengingatkan diri sendiri utk lebih banyak bersyukur dgn segala yg kita miliki…cuman yg bikin keselnyaaaaa….banyak yah pihak2 tertentu yg memaafkan kelemahan mereka dgn penyandangan dana, entahlah terlalu banyak polemik dalam hal begituan. larass gak terlalu ngerti wlu dulu pernah terlibat di dalam peyandangan dana

    Like

      1. 😦 iya juga yah, termasuk komentku yg dionoh yah yg panjang kali lebar hehehe maaf deh…..kata2 panjang emang gak perlu di komentari yah cukup diserap dan dicerna ajah btw klu ada kesempatan ke bekasi lagi bilang2 yah om, soalnya itu jaraknya dekat sekali sama tempat larass, thanks yah πŸ™‚

        Like

  3. tindakan yang cukup bijak untuk tidak mengambil gambarnya mas..
    rasanya sedih ya saat di hubungi dan ditanya kabar untuk main lagi tapi kondisi belum memungkinkan main ke sana..
    pernah ngalamin juga dismsin sama anak2 panti suruh ke sana lagi.. waktu itu kami sempat mengajari mereka menulis dan ngeblog juga teater.. kangen juga berkumpul bersama mereka lagi..

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s