Mendadak Koki

maryam

Mulai tanggal 22 Januari kemarin Kantin S15 alhamdulillah sudah ada adeknya. Maksudnya sudah buka cabang. Tapi cerita tentang cabang yang baru ditulis entar aja, lumayan bisa jadi post tersendiri.. hehe.. Now, I’m going to tell about something else, meski tetap ada relevansinya dengan cabang yang baru ini. Jadi tanggal 22 kemarin sebenarnya terpaksa buka. Terpaksa? Nnngg iya..

Jadi gini, Masalahnya bermula dari sebut saja si Badu yang sejak jauh hari dipersiapkan sebagai penanggung jawab dapur di kedai baru, tiba-tiba karena alasan keluarga mendadak harus resign dan pindah ke Jakarta. Pukulan pertama.. Lantas, ada yang sebut saja namanya Paijo yang diproyeksikan menjadi asisten si Badu, diputuskan untuk segera diupgrade kemampuannya sehingga mampu menjadi juru masak. Masalah berikutnya adalah, tiba-tiba si Paijo ini minta ijin karena… pacarnya hamil hingga harus segera mempersiapkan pernikahan. Jackpot!! Rencana yang sudah berjalan mulus tiba-tiba kacau balau. Sempat terpikir untuk ditunda, tapi karena twit terlanjur kenceng dan respon juga udah banyak, malu dong kalau batal, apalagi ada rombongan teman dari Jakarta konfirm akan datang..

Sebenarnya kita sudah memulai proses rekrutmen, namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Seandainya saja bisa pasang iklan lowongan kerja di surat kabar mungkin segalanya akan menjadi mudah, namun jalan yang dipilih memang bukan yang mudah-mudah semacam itu. Kebetulan sudah ada kesepakatan bahwa salah satu misi Kantin adalah mengajak dan mengangkat saudara-saudara yang hidupnya ada di jalan. Anak jalanan, maksudnya.. Di post sebelumnya saya sudah cerita, mereka yang bekerja di kedai rata-rata pada tatoan, pake tindik, enggak cuma di kuping, tapi juga di lidah. Saya sendiri juga tatoan.. tapi di angan-angan πŸ˜€

Hingga sampai hari-H, personil di kedai lama cukup aman, namun di tempat baru sama sekali belum ada orang. Beberapa mahasiswa yang biasa bekerja paruh waktu sebagai server kebetulan pada tidak available pada hari itu. Akhirnya pada tanggal 22 kemarin, seorang teman dan Aan yang biasanya ngurusi pengembangan usaha dan keuangan tiba-tibaΒ  macak jadi juru masak sekaligus server sekaligus cuci piring dan gelas. Bisa? Haha bisa doongg… Tentu saja sementara hanya menawarkan makanan yang mudah dikerjakan. Misalnya variasi roti maryam yang merupakan menu khas kantin, roti bakar dan yang simpel-simpel lainnya. Jangan ngarepin spaghetti atau spice potato atau yang nyiapinnya ribet. Aan gak sanggup.. 😦

Hari pertama, tamu yang datang di luar dugaan, Buanyak banget! Pesanan datang gak ada habisnya bikin kami gagap dan gugup. Saking banyaknya hingga tidak ada kesempatan untuk duduk, apalagi makan malam.. Bayangin aja, yang biasanya pegang mouse dan laptop tiba-tiba mainan spatula, teflon dan siapkan minuman dari beragam jenis teh dan kopi. Alhasil, setelah kedai tutup, badan rasanya semacam habis push up sekaligus lari sejauh puluhan kilo. Tepar! Namun hati senang..

Hari kedua relatif sepi, kami masih sempat bersantai dan ikut duduk-duduk menyapa tamu di depan. Sama halnya hari ketiga. Meskipun ramai tapi pengalaman dua hari sebelumnya membuat kami cukup tenang memenuhi pesanan tamu. Bahkan masih sempat foto-foto pakai kamera hp.. Tuh liat, pakai dilempar-lempar gitu. keren ya? Hhaa..

lempar

Nah, ceritanya seperti itu. Intinya saya cuma pengen pamerin foto lagi masak roti maryam.. πŸ˜€ Besok, beruntung sekali sudah ada dua orang mahasiswa yang siap masuk masuk sehingga sepertinya beban jadi rada berkurang. Satu orang karyawan sedang ditraining untuk bertanggung jawab urusan dapur di kedai baru. Semoga semuanya berjalan lancar. Sebenarnya seneng sih, bisa masak buat tamu, ada kepuasan tersendiri. Namun sebaiknya jangan setiap hari. Beraatt..

Ayo siapa yang main ke Jogja sempetin mampir ya..Β  saya rela bila mendadak jadi koki lagi, khusus untuk tamu spesial seperti kalian.. πŸ˜€

Advertisements

7 comments

  1. Mauuuu… mauuuu..!!!

    Aah sayang waktu ketemuan blm ada kantinnya..

    Mudah2an ada kesempatan lg jalan2 ke Jogja ..aamiin…

    Cieeee pake lempar2… Ngga pake jatoh khaaan..?? πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s