Yang Terbaik

dandelion

Namanya juga manusia, ada yang bila menginginkan sesuatu bakal berusaha mati-matian untuk meraihnya. Namun jika tidak tercapai, ada yang lantas kecewa, larut dalam kesedihan dan hopeless. Ada juga yang kemudian mencari kambing hitam, menyalahkan faktor-faktor selain egonya.

Cerita akan menjadi lain bila ia mau menerima bahwa ternyata yang diidamkan memang tidak bisa tercapai. Legowo, mau mengakui kelemahan diri (dan menerima kelebihan orang lain). Enggak mudah sih, namun bila mampu berbesar hati, bisa meredam emosi, enggak uring-uringan tentunya akan menghemat tenaga dan fikiran 😀

Manusia wajib berusaha, namun Tuhanlah yang menentukan. Peruntungan, rejeki, jodoh memang perlu diupayakan maksimal dalam mengisi lembaran hidup. Namun bila gagal atau hasil tidak seperti yang diharapkan, introspeksi diri adalah usaha yang terbaik. Mengatur strategi baru atau lupakan dan berupaya meraih target lain.

Kegagalan bukanlah bencana yang harus diratapi. Kadang manusia lupa, bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk umatNya. Entah besok, lusa, tahun depan atau justru Tuhan telah memberikan namun manusia tidak menyadarinya. Jadi, sukses atau tidak sukses, menang atau kalah, besar atau kecil, atau apapun hasilnya memang patut untuk disyukuri. Tetap ada nilai positif yang diraih dari peristiwa itu.

Nah, siap-siap saja bila ternyata jomblo adalah skenario yang terbaik buat kalian.. 😛

*Apa hubungan antara dandelion dan tulisan ini? Entah… 🙂

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s