Sakit Gigi

Screenshot_2015-02-10-16-59-08

Mungkin kalian pernah dengar ada lagu dangdut yang bilang daripada sakit hati lebih baik sakit gigi. Hhmm.. itu bodoh.Ā  Saya yakin si penyanyi atau pencipta lagunya belum pernah ngerasain sakit gigi beneran hingga gegabah membuat komparasi seperti itu. Ya kenyataannya sakit gigi memang benar-benar sakit yang menyakitkan. Tidak hanya parsial di gigi saja, tapi imbasnya sampai ke mana-mana, termasuk hati.. ealah! šŸ˜€

Paragraf pembuka di atas, maupun skrinsut twit memang mau cerita kalau saya lagi sakit gigi. Bukan pamer. Tapi curhat. Sejak lama gigi geraham saya memang sudah pada ilang, entah ke mana. Hanya tinggal dua geraham belakang yang bahkan satunya sudah berlubang gede tinggal disisain sedikit. Mungkin guna membuktikan bahwa itu adalah gigi.

Jadi gini, saya sering males ke dokter gigi karena bayangin disuruh mangap lama banget. Capek pipi dan gak ada yang mijitin. Namun pernah satu masa, entah tahun berapa, saya ke dokter minta cabut gigi. Tapi sang dokter bilang bahwa gigi itu masih bisa dipertahankan dengan cara ditambal. Terus kenapa juga – sepertinya tekanan darah tinggi – hingga saat itu batal ditambal. Saya diminta kembali lagi kalau tensi sudah normal, tapi anggap saja saya lupa ke sana hingga saat ini šŸ˜€

Lama kelamaan gigi yang awalnya berlobang sedikit tiba-tiba sekarang hanya tinggal giginya yang sedikit. Dan itu melalui proses yang lama banget dan bila lagi kumat, huuu… ya semacam gini ini. Solusinya saya beli obat sakit gigi di toko obat cina. Jelas bukan obat yang bisa nambal gigi berlubang, iya saya tahu itu jenis pain killer dosis tinggi. Terbukti obat yang terdiri dari empat macam itu sekali minum sakitnya langsung ilang. Dan harganya murah, cuma 9000 rupiah. Bahkan saya mulai beli sejak harganya masih 6000 rupiah! Bandingkan dengan harga ponstan atau cataflam atau apalagi ongkos ke dokter gigi. Saya jadi ketagihan, maksudnya every get a toothache saya pasti minum itu dan masalah selesai.

Hanya sakit gigi yang terakhir ini, saya rasakan sekitar tiga harian yang lalu saat lagi di Bandung. Mungkin karena cuaca dingin atau memang lagi jadwalnya kumat. Hingga sampai Jogja saya tahan-tahan untuk tidak minum obat cina itu. Aduh sakitnya minta ampun. Enggak cuma gigi, tapi semua jadi terasa nyut nyut. Kepala jadi pening, mata rasanya mau nangis tapi cuma sebelah, hingga jadi susah fokus, dan tentu saja kerjaan jadi enggak beres. Trus, semacam semua orang pengen diajak berantem! haha..

Sampai akhirnya seorang teman belikan saya ponstan 500 mg. Lumayan sih, tapi keesokan harinya kumat lagi. Oiya, saya bukan jenis orang yang malas gosok gigi. At least setiap bangun pagi dan saat mandi serta kalau enggak malas pas mau tidur saya selalu gosok gigi. Nah, pada kondisi sakit seperti ini bukannya jadi ngeri, tapi justru gigi disikat habis-habisan, sambil nahan sakit yang keterlaluan.

Sore tadi saya nyerah. Saya ke toko Kawi dan beli obat andalan. Sembuh? Pasti..! Namun saya sudah mulai berpikir untuk menjaga jerohan tubuh saya. Entah organ apa mungkin akan terkena efeknya. So, nanti deh kalau sudah kondusif saya cari dokter gigi, pasrah aja mau diapain. Semoga saya sanggup mangap lama.

Btw, sakit gigi atau sakit hati sepertinya enggak enak semua. Lebih baik enggak perlu sakit gigi, dan hatinya pun baik-baik saja.

*ini post apaan sih? -___-

Advertisements

22 comments

  1. Minta diperiksain tuh, Mas. Saya pernah punya pengalaman jelek sama obat c*na, niatnya menyembuhkan tipus malah jadi radang hati :huhu. Sakitnya alakazam banget yang saya sampai dikira sekarat sama orang tua. Kalau yang itu, sakit hati betulan :hehe.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s