Ngopa Ngopi Like There Is No Tomorrow

kopi Jadi saya barusan nongkrong di suatu warung kopi di pinggir jalan di Gresik, Jawa Timur. Sejak siang tadi saya sudah antusias banget pengen mampir saat pertama kali lihat ada warung kopi di depan penginapan. Dan akhirnya keturutan juga. Lah, apa bedanya ngopi dengan di rumah hingga sampai segitu berhasratnya saya? Jawa Timur adalah gudangnya warung kopi. Hampir di semua kota, baik Jawa Timur bagian selatan maupun sepanjang pesisir pantai utara, sangat mudah menemukan warung kopi yang khas, namun bersahaja. Memang, masyarakat Jawa Timur terbiasa ngopi atau minum kopi tanpa terpola pada watu-waktu tertentu. Entah pagi, siang, sore atau malam mereka oke aja minum kopi. Nah, warung-warung kopi ini semacam memfasilitasi kebiasaan mereka minum kopi. Asik ya? πŸ˜€ Warung ini berbeda dengan di kota-kota di Jawa Tengah, Jawa barat atau apalagi Jakarta, yang biasanya hanya meyediakan jenis kopi ‘cemen’ (re: sachet) dari beberapa produk yang sering diiklankan di televisi. Warung kopi di sini menyediakan kopi bubuk hasil panen dari perkebunan sekitar yang diolah dengan cara tradisional. Ciri yang lain adalah, takaran bubuk kopi yang aduhai banyaknya dalam cangkir kecil sehingga menghasilkan seduhan kopi yang kental. Bahkan di beberapa daerah, cara penyajiannya dengan sengaja diberi air hingga penuh dan digoyang sedikit hingga tumpah mengotori cangkir dan tatakan. Eksotis! Cakrukan atau nongkrong di warung kopi seperti yang saya lakukan tadi sungguh berbeda dengan nongkrong di cafe di kota besar. Jangan berharap ditawari kopi Aceh Gayo, Toraja, Bajawa atau Wamena. Atau jangan harap ada koneksi wifi. Namun seduhan kopi lokal yang meski bukan kualitas terbaik dikombinasi dengan suasana cangkrukan yang santai menjadi kegiatan yang aduhai dan ngangeni, bagi penggemar nongkrong dan kopi tentunya… πŸ˜€ Kopi yang saya minum tadi dari sisi rasa maupun penyajian memang masih “kalah” dibanding yang pernah saya temui di berbagai daerah di Jawa Timur yang lain. Namun setidaknya bisa menjadi intermezzo, karena besok saya sudah kembali lagi ngopi di rumah.. πŸ˜€

Advertisements

16 comments

  1. Kopine simbah.. ono lethek e, grithil-grithil nang lambe… sengaja dituang penuh sampe luber di lepek… tp justru di situ eksotisnya, apalagi dituang di lepek selagi panas.. sruputan jadi makin mantap.. #sepakat πŸ˜€

    Liked by 1 person

      1. waaa…. aku wes tekan ngaw.. another time yes? πŸ˜€

        besok aja kalo ke jogja mampir warung kopiku. ada kopi, roti maryam + wifi πŸ˜€

        Like

  2. Dulu pernah tersasar di sebuah warung kopi di daerah Situbondo bersama beberapa orang teman :hehe. Meski saya tidak minum kopi, minumnya teh, dan meski saya juga lebih banyak mendengar ketimbang nimbrung, tapi saya tahu kalau obrolan-obrolan warung kopi itu menyimpan banyak cerita dalam berbagai warna πŸ˜€

    Pada akhirnya gorengan sepiring besar pun habis :)).

    Liked by 1 person

    1. dulu asal brenti aja di warkop di situbondo, ternyata nikmatnya enggak kalah sama teh! hehehe… sempat difoto dan diupload tapi entah di post yang mana…

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s