Mendadak Ke Dieng

dieng_01

Batang pohon tumbang seperti di atas adalah setting paling fenomenal dan banyak dijumpai bila googling dengan keyword telaga Warna Dieng.

Jadi hari Kamis, 16 April 2015 kemarin saya mendadak ke Dieng di Jawa Tengah. Mendadak banget sih enggak, karena sebelumnya ada plan A yang ternyata tidak bisa berjalan sesuai rencana sehingga terpaksa dijalankan plan B, yaitu harus menemui seseorang secara langsung di TKP, di Dieng. Yang jelas ini bukan perjalanan piknik karena sebenarnya semingguan ini kegiatan lagi padat banget. Jadi diatur agar berangkat pagi-pagi, setelah semuanya beres trus balik ke Jogja. Namun akhirnya juga enggak pagi bener berangkatnya, karena teman saya ini, memang paling susah kalau diajak bangun pagi. Jadi tetep aja jam 9.00 baru bisa berangkat.Β  Lantas kalau agendanya padat kenapa tetap pergi ke luar kota? Hhmm namanya juga kerjaan (halah..). Next, apa yang sedang saya kerjakan tentunya akan saya post di sini.

Dieng yang terletak di kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, berada pada ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Namanya di dataran tinggi, enggak heran kalau hawanya adem banget. Bahkan dua tahun lalu saat saya menginap di sana, semalaman benar-benar enggak bisa tidur, karena saking lembabnya hingga kasurpun terasa basah. Dieng Plateau atau dataran tinggi Dieng ini sebenarnya adalah kaldera yang terjadi karena letusan gunung Prau purba. Sedemikian besarnya kawah tersebut sehingga mampu menjadi kawasan pemukiman penduduk. Hingga saat ini masih terdapat kawah-kawah uap yang masih aktif, bahkan beberapa masih menjadi area tertutup karena berpotensi gas beracun.

Dieng memiliki kawasan wisata alam yang lengkap, seperti hutan, danau, kawah uap dan yang paling ngehits adalah puncak Sikunir di mana bisa melihat golden sunrise. Kebanyakan, lokasi-lokasi wisata tersebut berada di wilayah administratif kabupaten Banjarnegara, namun terlihat pemerintah kabupaten Wonosobo lebih cekatan dalam menyiapkan sarana prasarana seperti penginapan dan fasilitas lainnya. Jadi sepertinya, Wonosobo lebih menikmati kue pendapatan dari sektor pariwisata di kawasan ini. Kayaknya gitu sih.. Terlepas dari itu semua, di kawasan ini saya semacam dipuas-puasin motretin kabut, baik di Dieng-nya Wonosobo maupun Dieng-nya Banjarnegara.. πŸ˜€

 
dieng_02
Perjalanan saya kemarin, karena bukan acara piknik, sehingga banyak waktu yang tersita ke sana ke mari ngurus kerjaan. Setelah semua kelar, rasanya kok sombong banget udah sampai Dieng enggak ke mana-mana. Akhirnya disempetin mampir ke kompleks candi Arjuna yang memang lokasinya dekat dari tempat saya punya kepentingan. KompleksΒ  ini terdiri dari lima candi yaitu candi Arjuna, candi Srikandi, candi Sembadra dan candi Puntadewa yang masing-masing posisinya berjajar. Sedangkan candi Semar berhadapan dengan candi Arjuna. Sebenarnya masih ada beberapa sisa reruntuhan candi lainnya, entah belum atau memang sudah tidak mungkin direstorasi saya enggak paham. Maklum, ke sana asal masuk tanpa ada guide yang bercerita.. πŸ˜€

dieng_03
Sekilas muterin candi dan ambil beberapa gambar, dilanjutkan ke kawasan wisata alam yang tidak jauh dari situ, yaitu kompleks telaga Warna. Kompleks ini terdiri dari kawasan hutan, dua telaga yaitu telaga Warna dan telaga Pengilon, serta beberapa gua. Keindahan kawasan ini sebenarnya bisa dinikmati secara maksimal dari puncak bukit Sidengkeng. Namun karena saat itu saya terburu-buru supaya enggak kemalaman saat pulang ke Jogja, dengan terpaksa menghapus niatan naik ke bukit. Terlebih saat itu cuaca mendung, bahkan sempat hujan.. beruntung juga sih, batal naik. Enggak lucu kehujanan di tengah hutan. Selain itu, bila beruntung kita bisa menikmati suguhan menarik yaitu kawanan itik gunung (Pacifik Black Duck) berenang di telaga.

dieng_05
Apa lagi ya… sepertinya hanya itu yang saat ini bisa diceritakan. Ada banyak gambar sih, tapi mending dihemat. Nanti satu persatu dibuat post yang lebih detil, kan lumayan.. Mungkin akhir bulan saya akan ke sana lagi, semoga bisa membawa cerita lain lagi. Oiya, ke Dieng ini sebenarnya adalah perjalanan nekad, karena saya ada di sana hanya sekitar dua jam, sementara perjalanan ditempuh selama empat jam, sehingga total delapan jam pulang pergi, naik sepeda motor. Capek? Sebagai orang yang berjiwa muda tapi bertulang agak tidak muda jelas terasa capeknya.. tapi namanya juga terpaksa, demi…. yah, begitulah.. πŸ˜€

 

 

Advertisements

22 comments

  1. Entah kenapa saya selalu suka dengan Dieng, mungkin karena waktu kecil kalo liburan akhir tahun sukanya ke situ, jadi selalu berkesan banget…
    Suka banget liat area candi yang sepiiii…. terakhir ke Dieng, pas Lebaran jadinya area candi kayak pasar malam hehehe….

    Liked by 1 person

  2. Saya belum pernah ke Dieng. Kepingin sekali bisa berkunjung ke candi-candi yang terkenal itu, yang kata orang gugusan candi tertua di Jawa Tengah. Dieng memang hamparan para dewa. Kabutnya tampak begitu magis.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s