Belajar Panning Photography

02

Di post sebelum ini saya unggah foto sepeda motor yang sedang melaju, sesuai dengan tema WPC minggu ini. Di situ Mas Gara sempat nanya bagaimana cara saya membuat foto semacam itu, bahkan sempat berpikir saya juga naik kendaraan yang kecepatannya sama dengan motor yang saya foto. Jawaban pertanyaan tersebut lumayan juga kalau dijadikan post tersendiri. *macak hotohrafer*

Jadi gini, ada satu teknik yang disebut Panning Photography, yaitu menangkap obyek yang bergerak, di mana obyek utama tetap fokus, sementara obyek sekitarnya (background) menjadi blur. Teknik ini biasa dipakai untuk memotret balapan motor atau mobil, orang berlari, orang bersepeda, atau bahkan memotret burung yang sedang terbang. Caranya adalah dengan menggerakkan kamera searah dengan gerakan obyek utama. Teknik simpelnya kurang lebih seperti berikut:

  • Posisikan Anda di tempat yang nyaman sehingga saat menggerakkan kamera tidak terganggu oleh apapun. Juga, tidak ada benda yang menghalangi Anda dengan obyek.
  • Sebaiknya tidak menggunakan tripod karena gerakan tubuh Anda saat memegang kamera lebih luwes dibandingkan tripod. Kecuali bila Anda menggunakan lensa yang panjang, pilihlah tripod dengan head yang bisa berputar sehingga kamera bisa bergerak mulus saat mengikuti objek.
  • Atur shutter speed di kisaran 1/30
  • Mulai cari obyek bergerak yang akan dipanning. Cara paling gampang untuk belajar adalah di tepi jalan dengan kendaraan yang lewat sebagai obyek.. 🙂
  • Bila obyek sudah ditentukan, bidik dan ikuti obyek yang bergerak sambil pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
  • Bila gerakan tangan/kamera Anda sudah sama dengan obyek, tekan penuh tombol shutter. Usahakan selembut mungkin untuk menghindari guncangan kamera. Ikuti terus gerakan obyek hingga proses pengambilan gambar selesai.

Caranya simpel namun prakteknya tidak mudah. Jangan takut gagal, terus ulangi karena fotografi butuh kesabaran dan banyak latihan. Browsing aja dengan keyword Panning Photography, di sana banyak gambar foto panning yang jauh lebih cakep dari yang di atas, dan bisa dijadikan referensi. Selamat mencoba!

Advertisements

9 comments

  1. Hoho, terima kasih banyak Mas, dibuatkan postingan sendiri tentang ini :hehe. Sip sip, saya sudah cukup menangkap ide dan tekniknya. Tinggal eksekusi dalam bentuk latihan-latihan :)). Sekali lagi terima kasih!
    Btw, itu kalau jawaban saya mau dibuatkan postingan tersendiri lagi, saya tunggu lho Mas :haha.

    Liked by 2 people

  2. Capek loh moto gini. Dari 10 kali jepret suka jadi yang wokehnya di bawah 5. Kadang 1. Hiks.
    Satu lagi mas. Pastiin itu setting kameranya gak yang continous. Kalau gak susah itu separuhnya. percobaan pertama kali gagal gara2 ini

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s