Si Legit Dari Kudus

jenang_05

Jenang Kudus, tentu saja berasal dari kota Kudus Jawa Tengah, terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula jawa. Rasanya manis dan berbentuk kenyal tidak berbeda jauh dengan dodol dari Garut Jawa Barat. Namun yang membedakan dengan dodol Garut, jenang Kudus tetap mempertahankan keaslian warna coklat dari gula jawa, meskipun diberi aneka rasa.

Jenang Kudus memang bisa didapatkan di toko oleh-oleh di berbagai kota. Akan tetapi  rasanya tidak afdol bila berada di kota Kudus namun belum mampir ke pusat produksi jenang ini. Tempatnya ada di desa Kaliputu, sekitar dua kilometer dari alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Konon, kampung ini menjadi cikal bakal produsen jenang kudus. Sampai sekarang masih banyak warga setempat yang berwirausaha di bidang ini. Di sepanjang jalan Sunan Muria atau jalan Sosrokartomo berderet toko-toko jenang, baik skala besar maupun kecil. Rata-rata di belakang toko, mereka mempunyai “dapur” untuk membuat jenang ini.

Seperti telah disebutkan di atas, bahan dasar jenang kudus adalah tepung beras, santan dan gula jawa. Untuk mempertahankan keaslian rasa, mereka masih mempertahankan proses memasak menggunakan cara dan alat yang sama yang dipergunakan oleh leluhur mereka. Bahkan adonan jenang di masak di atas tungku dengan api dari kayu bakar, diaduk terus menerus menggunakan tenaga manusia selama empat jam.

Setelah masak, adonan jenang dituang ke dalam loyang, dibiarkan supaya dingin, kemudian dipotong-potong dan dibungkus sesuai kebutuhan. Ada yang dibungkus menggunakan plastik, sedangkan jenang rasa coklat dibungkus menggunakan alumunium foil. Ada pula yang dibungkus menggunakan klaras atau daun jagung.

Dengan meningkatnya kebutuhan konsumen, para pengusaha jenang ikut mengembangkan dan membuat inovasi baru dalam rasa. Jenang Kudus yang awalnya hanya memiliki rasa manis gula jawa kemudian berkembang dengan adanya rasa coklat, stroberi, kopi, durian dan sebagainya.

Nikmatnya rasa jenang Kudus sudah diakui masyarakat. Bahkan, branding Kudus kota jenang sudah mulai populer. Dalam rasa legit jenang yang digigit, di dalamnya terdapat semangat dan upaya untuk terus mempertahankan keberadaan jenang Kudus dari para pembuatnya, dari memarut kelapa, mengaduk hingga empat jam untuk memberikan rasa jenang terbaik bagi penikmatnya, dan rasa legitnya terus bisa memutar roda hidup para pengrajin jenang di kota Kudus.

 

Advertisements

14 comments

  1. Kudus kota kretek… Kudus kota jenang. Dulu cuma singgah selewat doang di sini jadi belum sempat tandang ke mana-mana :haha.
    Pingin coba rasanya, kelihatannya enak banget :hehe. Tidak beli untuk oleh-olehkah, Mas?

    Liked by 1 person

      1. Kemarin cuma coba soto ayam, itu pun insidental, dan tidak begitu memuaskan :haha. Mungkin saya datang ke tempat yang salah :hehe.

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s