Meraba

merabaSesuai dengan semangat judulnya, foto ilustrasi dibuat secara instan, menggunakan asbak studio berbentuk dice yang dibalik, ditaruh di atas laptop. Trus karena lagi males ambil kamera, akhirnya cuma difoto pakai hape ecek-ecek. Hasilnya? keyboard laptop jadi penuh abu rokok.. 😦

Kemarin saya nulis di temlen, “meraba-raba sesuatu yang susah diraba…”
Awalnya kaget juga, kok terkesan saru gitu. Tapi pada saat ngetwit itu sama sekali enggak kepikir tentang saru-saruan. Iyalah, sebagai seorang alim gimana mikir saru.. 🙂

Meraba..
mestinya dari kata “raba” yang diberi awalan “me.” Artinya kurang lebih memegang sesuatu tanpa melihat (mohon maaf apabila “rabaan” saya salah). Yang saya maksud adalah menebak atau mengira-ira sesuatu yang kita tidak tahu kondisi sebenarnya. Guessing.. yang belum tentu benar, meski kadang juga tidak selalu salah.

Jadi gini, saya dulu – mungkin sekarang juga masih – termasuk orang yang punya kebiasaan jelek, mengambil kesimpulan dengan grusa-grusu yang hasilnya tidak selalu menyenangkan. Ibaratnya hanya berdasarkan analisa abal-abal lantas membuat hipotesa yang seringnya justru merugikan diri saya sendiri. Payah.. 😀

Tapi sebaiknya, dalam hal apapun jangan terlalu sering meraba, nanti jadi pengen. Jangan suka menebak, apalagi hasil tebakan itu dipakai untuk membuat kesimpulan, atau bahkan keputusan. Iya kalau tebakannya bener, lha kalau salah? Berarti kesimpulan hasil meraba itu termasuk gambling juga ya?

Mungkin intinya gini, akan lebih baik apabila kita yakin dulu, pastikan rabaan kita bener atau salah, baru dibuat keputusan. Tapi orang seperti saya ini memang butuh proses untuk merubah kebiasaan. Setelah kena batunya baru nyesel haha.. Semoga kalian tidak.

Seperti orang bilang, bisnis memang gambling, tapi tentunya pemodal juga tidak pengen rugi. Dari sini baru kemudian saya harus berhati-hati, melakukan pengamatan, konfirmasi, komparasi dan semua hal yang berakhiran “i” untuk membuat keputusan agar tidak merugi.
Itu kalau hal bisnis.. kalau yang lain? Mestinya sama saja..

Mau diraba? Geli tidak ditanggung *trus dikeplak*

 

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s