Terulang Lagi

sate klathak_01

Jadi gini, tadi saat mau tidur, sudah rebahan, sambil nunggu ngantuk saya sekrol-sekrol temlen. Tiba-tiba ada akun yang saya follow rituit salah satu twit dari akun publik di Jogja. Sedikit kaget, karena di situ ada foto yang familiar sekali buat saya. Buru-buru nyalain lampu dan laptop, just wanted to convince myself, itu foto siapa. Nha.. setelah cek di blog ternyata beneran itu foto saya. Olala.. ini sudah yang kesekian kali terjadi. Gambar dipakai tanpa ijin, watermark diilangi. Akhirnya saya quote twit tersebut sekaligus menanyakan kok fotonya bisa sama dengan foto saya. Tentu saja link foto saya sertakan. Tak perlu saya cantumkan akun tersebut di sini. Silahkan scroll temlen saya, semua ada di sana. Oiya, jangan lupa sekalian klik follow ya.. 🙂

Beberapa teman admin lain mulai ikut bantu rituit dan mention. bahkan ada yang DM dan wasap saya, memberikan identitas sekaligus no kontak admin tersebut. No, saya tidak mau japri sebelum dia minta maaf di temlen.

Akhirnya setelah beberapa kali bom mention, saya capek sendiri. Tidak ada respon. Saya sudah berpikir biarin aja terjadi seperti yang sudah-sudah. Bahkan saya malah asik membalas wasap dari teman-teman yang lain. Sekitar satu jam berlalu, suddenly, ada notif masuk bahwa akun tersebut reply twit-twit saya.. intinya minta maaf. Wow, keren! Setelah itu hampir bersamaan ada sms dan email masuk, pengirimnya adalah admin akun tersebut. Dia mengakui kesalahan dan minta maaf. Oke, saya suka. Dia bukan pengecut. Dia menyadari kesalahan dan minta maaf. Tidak hanya disampaikan di sms dan email, tetapi secara gentle dituliskan di temlen akun tersebut. Good. Dan kemarahan saya hilang. Hehe aneh.. akhirnya kami sms-an. Sayangnya dia cowok, jadi tidak bisa beharap apa-apa *halah*

Ini adalah yang kedua kali saya menyampaikan protes penggunaan karya saya tanpa ijin. Jujur yang pertama dulu saya dicuekin. Mungkin adminnya bisa rada “aman” karena foto saya digunakan di website. Sebel juga sih, apalagi traffic rank website tersebut jauh lebih bagus dari blog saya. Setelah itu, beberapa kali menemui foto saya dipakai orang, saya diam saja. Hingga ini tadi.. mangkelnya muncul lagi.

Kekuatan sosial media barangkali juga sangat berpengaruh sehingga si admin tadi akhirnya minta maaf. Jaman sekarang orang akan mikir juga resiko dibully sekian akun yang memiliki ribuan follower. Hhmm terasa juga efek punya teman-teman admin akun publik hehe.. Tapi saya berpikir positif, bahwa si admin tersebut memang benar-benar punya itikad baik untuk mengakui kesalahan dan minta maaf. Case closed. Di sisi lain, saya juga jadi lumayan pede, ternyata ada yang mau mengakui bahwa foto saya, meskipun cuma gambar sate kayak gitu ternyata layak tayang, Lumayanlah jadi penyemangat diri, ternyata foto saya gak jelek-jelek amat..

Saya pikir banyak teman yang pernah mengalami hal mirip seperti kejadian di atas, karyanya, entah foto atau tulisan dipakai orang seenak udelnya. Nyebelin kan? Boleh dong, share solusi kalian seperti apa..

Oke, sudah saatnya sahur, selamat menunaikan ibadah puasa, jangan lupa makan siang yang banyak biar kuat sampai saat berbuka.. 😀

 

Advertisements

20 comments

  1. Saya belum pernah sih menemukan foto saya dibajak oleh orang-orang lain Mas :hehe, tapi jikalaupun ada, mungkin pertamanya saya bangga dulu karena foto saya artinya diapresiasi orang, layak muat, dan bagus banget (mirip seperti dirimulah :haha). Tapi kalau sampai foto itu digunakan untuk kepentingan komersial… siap-siap saja, urusannya akan saya kacaukan :haha tawa jahat. Kalau tidak komersial, mungkin akan sama seperti apa yang dirimu lakukan: bom mention. Sayang saya tidak punya teman admin akun publik jadi perjuangan itu mungkin jadi sedikit sulit :hehe.

    Liked by 1 person

      1. saya bikin teksnya di corel, ukuran disesuaikan dengan dimensi foto, (saya biasa pake standar 886×591). pilih warna putih aja mas.. abis itu diexport format eps. udah entar tinggal cemplungin aja di foto di photoshop 🙂

        Liked by 1 person

      2. nnggg sebenarmya bikin di photoshop juga bisa sih… cuma gak asik hhaa.. prosesnya sama, di save ke psd aja. ntar tinggal cemplungin jadi layer baru…

        Liked by 1 person

      3. Ooo gitu. Gak ditembak dalam filenya ya mas. Smpt baca bisa ditembak watermarknya dalam file foto kita gt. Walau watermark di atas foto diganti, kita masih bisa lihat original watermarknya.

        Btw aku pun kena mslh yang mirip gini. Postku di copy paste

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s