Koleksi Foto Masjid Di Jawa

madiun_02

Mungkin post ini bisa dianggap sebagai efek pengen dolan dan motret, tapi kesempatan dan sangu enggak mendukung.

Mumpung bulan puasa, saya pengen sundulin lagi foto-foto dan post yang udah pernah ada sebelumnya. Tentu saja bukan foto makanan. Saya udah diomelin teman-teman di sosial media karena keseringan upload foto es apapun pas siang hari. Nah, sekarang biar kelihatan syariah, mari ngomongin soal masjid.. 😀

Di setiap perjalanan saya suka motoin apapun yang sepertinya asik difoto. Dari situ dikumpulin ternyata jadi banyak. Misalnya koleksi foto berbagai jenis becak. Barusan saya bongkar-bongkar ternyata koleksi foto masjid enggak sebanyak yang saya kira. Itupun ada beberapa foto yang hilang saat ext harddisk rusak. Yasudah, berikut sedikit yang bisa dipamerin..

menara kudus 01Yang paling favorit sampai saat ini tentu saja adalah masjid Menara Kudus. Masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 ini memiliki ciri arsitektur yang unik. Masjid ini memiliki menara dengan gaya Hindu dan Islam. Menara setinggi 18 meter ini terbuat dari bata merah tanpa plester. Di atas terdapat “cungkup” atau rumah-rumahan yang berisi bedug sebagaimana biasa ditemui di mushola di Jawa. Namun terdapat juga kentongan yang mirip seperti bale kulkul di Bali. Di puncak menara terdapat mustaka. Sedang di kaki menara terdapat “Pradaksinapatta” atau koridor yang biasa ditemui di candi-candi Hindu.

masjid perak kotagede-01Berikutnya adalah masjid Perak Kotagede. Dibangun sekitar tahun 1940 oleh kaum Muhammadiyah di sekitar Kotagede. Disebut Masjid Perak karena konon pembiayaan pembangunan ini hasil dari kontribusi pengusaha perak di sana. Ada juga yang mengatakan bahwa perak berasal dari kata “firoq” yang bermakna pembeda. Masjid Perak digunakan sebagai pemurni ajaran Islam, di mana di saat itu Islam sudah tercampur dengan kepentingan kerajaan yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Jauh sebelum masjid Perak, di Kotagede sudah ada masjid Mataram yang dibangun sekitar tahun 1640 pada masa pemerintahan Sultan Agung. Bangunan khas Jawa berbentuk limasan ini juga terpengaruh oleh budaya Hindu, contohnya adalah adanya gapura yang berbentuk Paduraksa.

Masjid Agung Ponorogo dibangun oleh Raden Mas Adipati Aryo Tjokronegoro pada tahun 1858. Bangunan ini memiliki sembilan kubah kecil, yang konon menandakan Wali Songo, sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Bagi saya pribadi, bentuk kubah dan warnanya ini bikin saya ingat es krim cone jaman dulu.. 😦

madiun_01Saat perjalanan di Jawa Timur di tahun 2012, rombongan berhenti di Masjid Agung Baitul Hakim Madiun untuk melakukan shalat maghrib. Sambil menunggu teman-teman yang sedang beribadah, kesempatan itu saya gunakan untuk mengambil beberapa gambar. Masjid yang terletak di kawasan alun-alun kota Madiun ini coraknya cakep, cenderung rame namun tetap elegan. Saya tidak mendapatkan info tentang bangunan ini, bahkan satpam yang saya tanya pun tidak bisa menjawab apa-apa. “Saya hanya jaga, Mas..” Yasudah jaga aja yang baik pak.. -__-

sala3_04Masjid Raya Darul Amal berada di seberang lapangan Pancasila, Salatiga. Masjid ini menjadi bagian dari kompleks STAIN Salatiga. Karena cuma sekedar lewat, saya tidak bisa bercerita banyak tentang masjid ini, kecuali kabel-kabel listrik dan telepon yang ganggu banget saat ambil gambar.

Di Cirebon, terdapat masjid kuno yaitu masjid Merah atau masjid Pajunan. Masjid yang didirikan pada tahun 1480 oleh Syarif Abdurrahman ini memiliki arsitektur perpaduan budaya Hindu, Cina, dan Islam. Yang menarik, masjid ini dipagari tembok bata merah setinggi 1,5 meter, sehingga dikenal dengan nama masjid Merah. Pada tahun yang sama, kasultanan Cirebon juga membangun masjid yang dinamai Sang Cipta Rasa. Konon pembangunan masjid ini dipimpin oleh Sunan Gunung Jati dan arsiteknya adalah Sunan Kalijaga. Sayang sekali saya kehilangan foto-foto original dari kedua bangunan tersebut setelah harddisk rusak. Dua foto masjid Sang Cipta Rasa ini adalah foto yang pernah dimuat di kratonpedia.

 

Advertisements

9 comments

  1. Masjid Kudus itu keren ya, menaranya mirip sekali dengan bale kulkul :hehe. Mungkin karena sama-sama dipakai untuk memanggil warga untuk beribadah ya :)). Hee, kalau saya Mas, melihat sembilan kubah kecil-kecil itu malah teringat buah semangka, soalnya persis betul ia setengah lingkaran :hehe :peace.

    Masjid bersejarah memang keren! Saya baru sempat tandang ke Masjid Agung Demak saja, di museumnya, tapi itu saja sudah membuat kagum banget dengan sejarah Wali Songo :)).

    Liked by 1 person

    1. Sejauh ini menurut saya belum ada yang ngalahin “kekerenan” Masjid Kudus. Iya sih, bedug dan kentongan fungsinya sama..
      Haha semangkaaa…
      Sebenarnya banyak masjid kuno yang asik dikulik gambar dan sejarahnya. Coba deh kalo sempat main ke Cirebon. Masjid Sang Cipta Rasa itu dahsyat banget interiornya. Sayang saya udah gak ada gambarnya..

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s