Menyusuri Sisa Pabrik Gula Barongan

situs barongan_01

Barongan adalah satu pedusunan di kecamatan Jetis kabupaten Bantul. Daerah ini cukup dikenal sebagai sentra penyedia benih ikan untuk wilayah Bantul dan sekitarnya. Namun sekitar tahun 1900-an, daerah ini menjadi kawasan yang ramai oleh aktifitas buruh pabrik. Beberapa waktu yang lalu saya dolan ke sana. Perjalanan buang sebel yang ternyata memberikan petualangan yang mengasyikkan. Bagaimana tidak, perjalanan iseng berubah menjadi setengah serius, mencari sisa-sisa bangunan pabrik gula Barongan. Tanpa data tanpa peta, hanya bermodal sedikit info hasil browsing yang masih terekam di otak.

Jadi, Yogyakarta pada akhir abad 18 memiliki beberapa pabrik gula besar yang tersebar di berbagai tempat. Di kabupaten Bantul misalnya, terdapat pabrik gula Pundong, Barongan, Ganjuran dan Madukismo. Sementara di Kulon Progo terdapat di daerah Galur. Dari sekian pabrik gula tersebut, yang hingga kini masih aktif tinggal PG Madukismo yang berada di Jogonalan, kecamatan Kasihan, Bantul.

Berawal dari ngobrol iseng dengan penduduk setempat tentang bekas jalur kereta api dan pabrik gula, sungguh kebetulan bapak muda teman ngobrol tadi antusias membantu dan bela-belain menghubungi pak dukuh dan sesepuh yang dianggap tahu. Dari situ mulai muncul gambaran lokasi tempat pabrik gula dahulu berada.

situs barongan_02

situs barongan_03

situs barongan_05

Berdasarkan info tersebut, kami bergerak menuju dusun Mindi, desa Sumber Agung, kecamatan Jetis, Bantul. Di tepi jalan desa, kami memperkirakan di sinilah dulu jalur kereta api jurusan Pundong hingga stasiun Palbapang. Bukankah pabrik gula identik dengan kereta api? Pada saat itu, muncul bapak penolong yang lain. Mungkin beliau curiga melihat ada orang asing melakukan aktifitas enggak jelas di desanya. Hingga setelah dijelaskan tujuan kami, beliau justru bersemangat menunjuk satu ladang terbuka yang tidak terurus. Di ladang tersebut terdapat beberapa reruntuhan bangunan, yang konon adalah bekas pabrik gula. Penduduk setempat menyebut ladang tersebut sebagai “babrik,” yang konon menurut simbah-simbah mereka, berasal dari kata pabrik.

Kawasan yang diduga sebagai pabrik gula tepat berada di belakang kantor unit Kesehatan Hewan, Bantul. Di sisi utaranya adalah kantor balai desa Sumber Agung. Saat ini lokasinya berupa ladang dan rawa yang cukup luas. Setelah “blusukan” melalui ladang jagung dan ilalang tinggi, terlihatlah sebuah gundukan dengan sisa-sisa pecahan tembok. Pada tahun 1980an masih berbentuk reruntuhan tembok, namun kemudian dihancurkan oleh penduduk untuk dimanfaatkan batu batanya. Tempatnya terkesan “angker” dan menyeramkan. Saya sendiri merasa tidak nyaman. Setelah mengambil beberapa gambar, kami memutar menuju lokasi yang lain.

Di tempat kedua, terdapat beberapa reruntuhan lain yang masih “agak” utuh. Terdapat juga semacam plesteran semen di tanah yang barangkali adalah sisa-sisa pondasi. Barangkali, karena saya sendiri bukan ahli di bidang seperti ini. Sekali lagi saya diajak naik ke tempat yang agak tinggi untuk ditunjukkan reruntuhan yang lain. Hhmm curang, bapak ini cukup menunjukkan dan tidak berani maju lebih dalam. Rumput liar dan ilalang yang cukup tinggi membuat seram juga bila ketemu ular atau sebangsanya. Namun, antusiasme yang menggebu-gebu membuat saya cukup nekat untuk tetap mendekat, meski sambil hati-hati ekstra tinggi tentunya. Tidak berani berlama-lama, setelah mengambil foto secukupnya, saya segera balik kanan.

situs barongan_04

barongan-01

barongan-06

Reruntuhan berikutnya berada di rawa. Saya tidak bisa mendekat – tepatnya tidak berniat – karena sebelumnya sempat “kejeblos” hingga sepatu saya basah kuyup. Lensa yang ada juga tidak mampu mengambil gambar secara sempurna. Dari ujung rawa, saya ditunjukkan pada rumpun bambu, yang konon dahulu di situlah cerobong asap pabrik berada. Hhmm.. tidak ada bukti otentik yang meyakinkan cerita itu.

Mengenai pabrik gula Barongan sendiri saya enggak begitu tahu. Minimnya literasi berbahasa Indonesia, karena kebanyakan berbahasa Belanda membuat saya gagap dalam mempelajarinya. Yang pasti, Bantul mengalami kejayaan saat industri gula pasir yang diekspor ke Eropa. Maksudnya yang jaya ya para pengusaha kolonial Belanda. Sekitar tahun 1931, di Eropa ditetapkan Charbourne Agreement atau kesepakatan perdagangan gula, yang berisi bahwa pemerintah Belanda diharuskan mengurangi jumlah produksi gula. Kesepakatan tersebut berimbas pada penutupan beberapa pabrik gula Belanda di Hindia Belanda, salah satunya pabrik gula Barongan.

pg-barongan

Foto koleksi geheugenvannederland.nl

Memang tidak banyak. Tidak sampai sepuluh jari sisa-sisa reruntuhan yang saya temui. Namun berdasarkan cerita dari penduduk setempat, juga hasil membaca sedikit literatur hasil browsing di internet mungkin tempat yang saya datangi memang benar dahulu berdiri pabrik gula Barongan. Well, ada beberapa situs lokal yang menyebutkan di lokasi yang berbeda, meski berdekatan. Masalah benar yang mana, biarlah nanti dibuktikan oleh yang lebih expert.  Setidaknya, kegalauan saya hari itu cukup terobati. Hhaa…

 

Advertisements

9 comments

  1. Suiker Wet di 1870 membuat industri gula tebu tumbuh pesat di Jawa Tengah dan Jawa Timur ketika semua pabrik gula pemerintah diprivatisasi dan swasta diberi iklim investasi yang mak nyuss banget :hehe. Saya masih mengenang bagaimana megahnya pabrik-pabrik gula dengan perkebunan yang luas, kini masih bisa ditemukan di daerah penghasil gula yang sudah diambil alih PTPN (gedung megah, bangunan tua keren, cerobong tinggi prestisius). Gula tebu dipanen di Indonesia, kemudian dijual di Eropa. Sayang sekali peninggalan bangunan ini terbengkalai seperti ini, doh… padahal itu keren banget di masa jayanya dulu.
    Nah, penurunan popularitas gula tebu itu seingat saya karena kemunculan gula bit yang bisa tumbuh di iklim subtropis :hehe. Jadi ketimbang jauh-jauh ke Indonesia, kan mending cari sumber yang lebih dekat :)). Jadilah gula tebu perlahan-lahan mati… ada perang dan peristiwa kemerdekaan, apalagi… sampai sekarang.
    Wisata ke pabrik gula memang keren, Mas. Ajak-ajak dong kalau kebetulan lagi senggang :hoho.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s