Ngobrol Dengan Ibu

ibu

Post ini no offense pada keyakinan tertentu, hanya curhat, boleh skip kalo terasa malesin… ๐Ÿ™‚
Jadi, hari ini ibu ulang tahun. Seandainya ibu masih ada, hari ini beliau berusia 76 tahun. Eh, tapi sekarang pun ibu masih ada ding.. di sana duduk bareng bapak mengamati tingkah anak cucunya. Bagi yang pernah mengikuti blog saya satunya – sekarang udah ilang kemana – tentunya tahu bahwa ibu saya dipanggil Tuhan bulan April tahun 2013 kemarin. Tepat tiga hari sepulang beliau umroh dari tanah suci.

Satu pukulan yang sangat berat bagi saya saat itu. Sesaat ada rasa tidak rela beliau dipanggil, karena saya, anak sulungnya selalu mengecewakan beliau yang sekalipun belum pernah membahagiakannya. Tapi sudahlah, Tuhan sudah berkehendak lain. Saya ikhlas dan percaya Tuhan sudah memberi tempat yang lebih baik untuk ibu. Saya percaya ibu dipanggil dengan kondisi baik dan insya Allah khusnul khatimah. Sekarang, berusaha menjadi manusia yang baik dan memenuhi harapan-harapan beliau adalah cara saya untuk membahagiakan ibu. Insya Allah.

Tadi saya ke makam. Jogja saat siang hari sangat panas. Dan panas yang menyengat itu juga terasa di area makam. Beruntung di dekat makam ibu ada pohon yang bisa dipakai untuk berteduh. Setelah mendoakan beliau, saya duduk tapi tidak bengong. Saya membayangkan sedang ngobrol berdua dengan ibu. Satu hal yang bisa dikatakan tidak pernah dilakukan selama beliau masih hidup ๐Ÿ˜ฆ

“Sehat le?”
Selain nama Aan, ibu kadang memanggil saya dengan “le” dari kata “thole” yang berarti anak laki-laki.
“Alhamdulillah sehat buk..”
“Raka karo Runi sehat? Wes kelas piro saiki?”
“Sok niliki adik-adikmu ora?”
“Dadio wong lanang mbarep sik bertanggung jawab, kudu pinter momong anak lan iso ngayomi adik-adikmu.”
Saya tersenyum. Satu persatu saya jawab pertanyaan ibu dan bercerita bahwa sudah sekitar satu tahun komunikasi saya dengan adik-adik berjalan baik. At least, jauh lebih baik dibanding dulu.

“Wes sholat kowe, An?”
Saya diam..
“Wes sholat kowe, le?”
Ibu kembali mengulangi pertanyaan tersebut.
Saya semakin diam.
“Calonmu piye?”
Saya semakin lebih terdiam.

Saya mengambil sebatang rokok dan segera menyulutnya. Asap saya hisap keras, sesaat kemudian saya terbatuk. Setelah agak reda, saya mengalihkan pembicaraan dengan bercerita tentang anak-anak, tentang sekolah dan aktifitas mereka.
“Raka saiki kelas piro?”
Raka adalah cucu laki-laki kesayangan ibu. Saya ingat, saat itu apabila Raka datang dan menginap di rumah pojok beteng, jarang sekali ia tidur di kamar saya. Ia lebih memilih tidur di kamar eyangnya.

Panas matahari membuat keringat mulai bercucuran dan saya beringsut ke tempat yang lebih teduh. Saya belum pengen pergi dari sini. Saya masih pengen ngobrol dengan ibu.

โ€œIbu ora arep njaluk opo-opo. Ibu ming pengen ndelok kabeh rukun.”
โ€œIbu pengen uripmu temoto. Kowe wes umur, dudu wayahe tumindak neko-neko.โ€
Satu helaan nafas, sebelum saya menjawab untuk berusaha lebih menata hidup dan tidak bertidak seenaknya sendiri seperti dulu lagi.

“Calonmu piye?”
โ€œPilihen jodomu sik Islam, Ibu mangestoni…โ€
Entah pertanyaan ibu atau asap rokok yang tiba-tiba membuat saya tersedak dan terbatuk-batuk…

Saya jadi pengen cerita banyak, tentang cerita bahagia juga tentang sambat tapi enggaklah. Saya tidak ingin mengusik ketenangan ibu di sana. Saya akan melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan beliau. Ini hutang saya. Saya akan berusaha.
Sugeng ambal warsa Ibuk.. Sumare kanti tentrem… ๐Ÿ™‚

Dum spiro, spero. Fiat mihi secundum verbum tuum. Laa haula walaa quwwata illa billah..

 

Advertisements

7 comments

  1. Saya terharu baca tulisanmu yang ini, Mas. Mungkin ibumu betulan datang menghampiri saat dirimu duduk di bawah pohon dan berbicara padamu. Saya mendoakan yang terbaik untuk kalian ya, dalam semua segi, semoga selalu bahagia dan damai di mana pun berada :hehe. Sukses terus, Mas.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s