Pesanggrahan Ambarbinangun

ambarbinangun_06

Definisi kata ‘pesanggrahan’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah rumah peristirahatan atau penginapan. Pada jaman dahulu, pesanggrahan banyak dimiliki oleh keluarga kerajaan, termasuk kraton Yogyakarta. Selain berfungsi sebagai tempat pesiar keluarga raja, pesanggrahan juga berfungsi untuk menenangkan pikiran (urusan spiritual), persembunyian, atau bahkan juga pertahanan.

Sultan-sultan Yogyakarta banyak membuat pesanggrahan, seperti Sultan Hamengkubuwono I membangun Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Pesanggrahan Taman Sari dan Panggung Krapyak. Sultan Hamengkubuwono II membangun Pesanggrahan Rejowinangun, Pesanggrahan Wonocatur, Gua Siluman, Pesanggrahan Samas dan di beberapa tempat lainnya. Sultan Hamengkubuwono VI membangun pesanggrahan Ambarbinangun dan Sultan Hamengkubuwono VII membangun Pesanggrahan Ambarrukma. Pesanggrahan yang hingga kini masih terawat baik adalah Pesanggrahan Ambarrukma yang berada di antara Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan Ambarrukmo Plaza.

ambarbinangun_01
Pesanggrahan Ambarbinangun terletak di dusun Kalipakis, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Pesanggrahan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VI oleh arsitek Belanda yang bernama Wenschang. Berdasarkan tugu prasasti yang ada, pembangunan pesanggrahan Ambarbinangun selesai pada tahun Jawa 1784 atau tahun 1855 Masehi.

Pesanggrahan Ambarbinangun memiliki luas sekitar 2ha. Bangunan yang tersisa di kompleks ini antara lain pagar tembok sepanjang 40 meter terbuat dari batu-bata, tebal 0,56 m dan tinggi 1,42 m. Pada jarak tertentu tembok ini di hiasi dengan ceplok bunga. Sedangkan pagar yang sudah runtuh diganti menggunakan batako atau tertutup oleh bangunan penduduk.

ambarbinangun_07

ambarbinangun_09
Bangunan utama berupa Dalem Ageng berbentuk limasan dengan ukuran sekitar 20x13m. Di dalam Dalem Ageng terdapat Bangsal Manis yang posisinya lebih rendah sekitar 1 meter dari permukaan tanah lainnya. Ini cukup aneh, karena biasanya bangunan utama berbentuk pendopo yang justru lebih tinggi dari lainnya. Bangunan Dalem Ageng dikelilingi oleh beberapa bangunan kecil, antara lain Gedong Pacaosan, Bangsal Dahar, Gedong Papak serta Bangsal Panggung yaitu bangunan 2 lantai di belakang Dalem Ageng. Selain itu terdapat pula bekas gedhongan ( kandang kuda) dan rumah pekathik (pencari rumput). Di bagian belakang terdapat bekas kolam. Konon, pada 1926, kraton Yogyakarta sempat membangun sebuah bendungan berketinggian 1,5 meter untuk pesiar sekaligus irigasi lahan padi dan tebu di depan pesanggrahan Ambarbinangun. Namun, bendungan tersebut lenyap akibat terendam lahar dingin Gunung Merapi pada 1973.

ambarbinangun_03

ambarbinangun_04
Pesanggrahan Ambarbinangun memiliki sejarah dan fungsi yang cukup panjang. Pada masa awal Sultan Hamengkubuwono IX tahun 1940-an, Pesanggrahan Ambarbinangun masih digunakan sebagai tempat pesiar raja dan kerabatnya. Pada masa penjajahan Jepang, pesanggrahan ini berubah fungsi menjadi pusat pelatihan tentara Jepang. Pada masa agresi Belanda yang kedua, bangunan ini menjadi gudang senjata dan obat-obatan bagi tentara Republik Indonesia. Setelah Kemerdekaan, Pesanggrahan Ambarbinangun sempat dijadikan sebagai Kantor Bupati Bantul (1949-1952), Kantor Kapenewon Kasihan (1952-1964) dan asrama Latihan Kemiliteran Pegawai Sipil.

Saat ini Pesanggrahan Ambarbinangun disebut sebagai Pondok Pemuda yang dikelola oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DIY. Selain menjadi kantor Lembaga Cabang Pendidikan Kader Pramuka, kompleks pesanggrahan Ambarbinangun juga menjadi pusat pelatihan anggota Paskibraka DIY.

ambarbinangun_05
Sebenarnya banyak tempat-tempat menarik yang bisa dieksplorasi, sayangnya saya tidak ketemu dengan siapapun di sana sehingga tidak ada yang bisa memberikan info tentang pesanggrahan ini. Selain itu, suasana yang sepi, di beberapa tempat saya menemukan tulisan dilarang melintas, meskipun di situ tidak ada apapun yang tampak membahayakan. Hhmm.. meski siang hari, gak asik juga kalau nemui hal-hal yang tidak diharapkan.. 😀

ambarbinangun_08

Advertisements

14 comments

  1. Itu yang di foto terakhir prasasti pembangunan pesanggrahannya ya, Mas? Menarik, euy. Ini kalau mau masuk ke sana apa butuh surat izin dulu, atau cluk-kucluk langsung masuk dengan minta izin ke penjaga tempat? :hehe. Kalau saya main ke Yogya, antar jalan-jalan ke sana dong Mas, lumayan kayaknya mengulik sejarah di tempat itu dan pesanggrahan-pesanggrahan lainnya :hehe.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s