Eh, Jogja Ulang Tahun.. :)

odong_03

Bangun tidur, di twitter ramai hashtag #HUT259Jogja. Baru nyadar kalau 7 Oktober ini Yoyakarta ulang tahun ke-259. Mmmm… pantesan banyak event karnaval dan diskon πŸ™‚ . Bila ditelusuri, peristiwa ini sebenarnya dimulai dari ditandatanganinya Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 oleh VOC, Sunan Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi.

Perjanjian Giyanti berisi kesepakatan pemecahan kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu wilayah di sebelah timur Kali Opak dikuasai oleh Sunan Pakubuwana III berkedudukan di Surakarta danΒ  wilayah di sebelah barat diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I, yang berkedudukan di Yogyakarta. Setahun berikutnya, pada 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengkubuwono I beserta keluarganya masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Momentum ini yang dipakai sebagai dasar penentuan hari jadi Kota Yogyakarta.

259 tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak peristiwa bersejarah yang terjadi selama itu, antara lain pada tahun 1812 terjadi peristiwa Geger Sepoy, atau Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830 dan berbagai peristiwa lainnya. Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang berkuasa pada tahun 1940-1988 merupakan raja yang menentukan status Kasultanan Yogyakarta menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan maklumat 5 September 1945.

Sebagai manusia yang lahir dan sejak kecil hingga ubanan hidup di Yogyakarta, saya jelas merasakan sekali perbedaannya. Segalanya berkembang pesat dengan segala resikonya. Sebagai kota yang mengklaim sebagai kota pelajar, Yogyakarta memiliki seratus sekian perguruan tinggi, dari yang negeri hingga swasta abal-abal. Tidak hanya di kawasan Yogya utara, namun sudah menyebar ke wilayah Yogya bagian selatan, kini muncul “kampung perguruan tinggi” akibat dibangunnya berbagai kampus yang saling bersebelahan. Pemukiman di sekitar kampus mulai muncul yang tidak hanya menghilangkan area persawahan yang hijau dan produktif, namun juga menciptakan kemacetan, serta kadang konflik antar pendatang yang berasal dari beragam suku di Indonesia.

Sebagai daerah tujuan wisata, Yogyakarta memiliki beragam wisata alam, budaya, sejarah dan sebagainya. Imbas yang terjadi adalah – akibat tololnya penguasa – saat ini ada 1000-an lebih hotel dan masih banyak pula yang sedang dalam proses pembangunan. Efek yang sudah dirasakan adalah hilangnya air sumur yang selama ini menyokong kehidupan mereka. Film “Di Belakang Hotel” produksi Watchdog, Warga Berdaya, dan relawan videografer Yogyakarta menyuguhkan gambaran dampak marak pembangunan hotel (baca di sini). Semua itu bisa menjadi kebanggaan sekaligus “malapetaka” bagi penduduk yang tinggal di kota ini.

Pada usia yang ke-259, Yogyakarta sudah mirip kota-kota besar lainnya, padat, macet dan tidak nyaman lagi. Malioboro yang dulu menjadi kebanggaan masyarakat Jogja, sekarang menjadi kawasan yang sangat dihindari karena saking macetnya. Kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang cenderung memikirkan peningkatan PAD tanpa melihat imbas yang diterima oleh masyarakat membuat, at least saya, merasa sebal dengan mereka. Walah, curhat… Ngomong-ngomong soal curhat, pernah ada guyonan dengan teman-teman, pengen mengadukan gubernur Yogyakarta kepada Sri Sultan yang sekarang πŸ˜€

Tapi apapun yang terjadi, dengan segala keunikan, masalah dan kesemrawutannya, Yogyakarta adalah tempat di mana saya lahir, sekolah, kerja dan hidup. Kota yang banyak memberi bekal dalam perjalanan berproses dan berkarya. Saya tetap bangga menjadi wong Jogja.. πŸ™‚

Selamat ulang tahun Jogja… Semoga tetap istimewa dan benar-benar menjadi kota yang Berhati Nyaman. Bersih, sehat, indah dan nyaman. Menjadi kota yang menyenangkan bagi para pendatang maupun masyarakat yang tinggal di kota ini.

*ini post dadakan, gak ada stok foto yang relevan sehingga memakai yang sudah pernah muncul di post sebelumnya. maaf.. πŸ˜€

Advertisements

6 comments

  1. Iya Om. Tumben nulis panjang. πŸ˜€
    Berasa bagaimana cintanya dirimu sama Jogja. Sukak postingannya. Guyonannya lucu. Saya ikutan dong ngaduin gubernur ke Sri Sultan nya πŸ˜›

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s