#5th Erupsi Merapi

aan-prihandaya_merapi

26 Oktober kemarin, di temlen rame banget twit dengan hestek #5thErupsiMerapi, bahkan sempat masuk urutan 6 trending topic. Saya enggak ikutan ngetwit, tapi ingat masih punya foto yang berhubungan dengan itu. Pamer ah.. ๐Ÿ˜›

Flashback ke lima tahun yang lalu. Saya memang bukan relawan yang turut serta membantu evakuasi saat terjadi erupsi. Hhhmm.. ga ada potongan dan kualifikasi untuk itu. Sejak erupsi yang pertama kali, saya belum pernah naik ke lereng selatan Merapi. Pada akhir bulan Oktober 2010, beberapa teman dan saya yang tergabung pada salah satu komunitas di facebook – hhee.. saat itu masih fesbukan – coba menggalang bantuan melalui beberapa fanpage yang kita kelola. Saat itu konsentrasi kami adalah membantu warga di lereng Merapi bagian barat dan utara, di kabupaten Magelang dan Boyolali. Well, saya tidak akan bercerita tentang itu. Eh, di bawah adalah foto saya saat bareng anak-anak di barak pengungsian di daerah Sawangan, kabupaten Magelang. Masih kurus… ๐Ÿ˜€

erupsi1
Memang, kalau tidak salah erupsi Merapi tahun 2010 kemarin lebih besar dibanding letusan yang terjadi 100 tahun sebelumnya, pada tahun 1872 yang sempat memporak porandakan kota Yogyakarta, bahkan menghancurkan Tugu Golong Gilig. Dampaknya pun lebih luas. Baik dampak kesehatan, kerusakan fisik, kerugian materi dan kerusakan lingkungan. Kawasan Kali Boyong yang dahulunya merupakan hutan pinus yang lebat berubah menjadi lautan pasir dan bebatuan.

Seperti saya bilang di atas, sejak erupsi yang pertama kali, saya belum pernah naik ke lereng selatan Merapi. Bahkan setelah erupsi berhenti, mucul โ€œdemamโ€ wisata bencana pun saya juga enggak ke sana. Hingga sampai bulan Januari, seorang teman telpon, ngajakin ikut partisipasi dalam program Penghijauan Merapi. Saya hanya diminta mengajak teman-teman yang lain untuk terlibat.ย  Sedangkan pengadaanย  bibit serta segala sesuatunya telah disiapkan oleh panitia, yang notabene adalah teman-teman SMP dan SMA. Ayoklah… Minggu, 30 Januari 2011 kami berkumpul di titik pemberangkatan di rumah salah satu teman. Jam 06.30 rombongkan meluncur ke dusun Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Memasuki daerah Kepuharjo, saya merasakan aura yang enggak bisa dijelaskan. Aneh dan.. entahlah! Mulai terlihat di sisi kanan saya, pohon-pohon yang menghitam tanda bekas terbakar, juga hamparan pasir yang luas! Hingga sampai di lokasi, sumpah.. saya merinding! Ya Tuhan, dulu daerah ini hijau dan adem.. Namun, berubah menjadi daerah yang kering, gersang, berpasir hingga jauh ke utara di puncak Merapi sana. Meski saya sudah sering melihat di TV atau foto-foto kawasan korban erupsi, namun saat melihat secara langsung, ada rasa pilu dan semakin sadar betapa kecilnya kita dibanding kuasaNya.

Well, ternyata kegiatan ini dikelola oleh Konsorsium Penghijauan Area Lereng Merapi yang didukung oleh berbagai komunitas. Setelah acara seremonial dengan penanaman bibit oleh GBPH Prabukusumo, kita segera menyebar ke titik-titik lokasi penanaman.

dsc00007
Cethok yang memang sengaja dibawa dari rumah segera saya keluarkan. Berbagai jenis tanaman telah disiapkan. Ada bibit pohon Pinus, Gayam, Sengon, Mahoni, Aren, Alpukat, dan Manggis. Meski agak mendung, namun panas cukup terasa menyengat. Tak apalah.. enggak tiap hari berkegiatan seperti ini. Sempat terpikir juga apakah bibit yang kami tanam akan hidup? melihat kondisi tanah yang berpasir, gersang dsb. Entahlah. Tuhan tentunya juga akan bermurah hati memberikan hujan dan segala unsur yang dibutuhkan si tanaman sehingga mereka bisa tumbuh subur. Sambil berkeringat namun penuh semangat, saya membayangkan suatu saat nanti tempat ini akan hijau kembali.

Sekarang, lima tahun sudah berlalu. Merapi memang sebagian sudah hijau kembali. Entah kita tidak tahu kapan peristiwa alam seperti itu akan terulang kembali. Tapi bagi saya sudah cukup. Janganlah mengalami peristiwa seperti ini lagi.

 

*Kerasa banget post ini ga jelas mau cerita apa. Pamer foto narsis doang, hih! ๐Ÿ˜ฆ

Advertisements

10 comments

    1. abu vulkanik dan lahar panas (lava) pada saat kejadian memang bersifat merusak, namun mereka memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi yang kelak akan menyuburkan tanah. kata ibu guru waktu SD sih kayaknya gitu.. ๐Ÿ˜€

      Liked by 1 person

  1. Tulisannya bagus kok Mas, saya cukup menikmati cerita reboisasi di lereng Merapinya. Kalau menurut saya, Tuhan menciptakan gunung meletus supaya bumi Merapi dan sekitarnya jadi tanah yang paling subur, jadi semoga semua yang ditanam bisa tumbuh dengan subur.
    Satu-satunya hal baru yang tumben saya lihat di sini adalah: foto narsismu! :haha.

    Liked by 1 person

  2. Rapopo Mas. Mayan bisa lihat orang ganteng., *uhuuy!!

    Jadi penasaran sama pohon Gayam, Sengon dan lain lainnya yang sampean tanam sekarang bentuknya gimana Mas. ๐Ÿ˜€

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s