Keriangan Dalam Hujan

aan prihandaya gumelem 01

Keindahan alam yang disinergikan dengan seni dan budaya adalah istilah yang pas ditujukan untuk event Gumelem Ethnic Carnival 2015. Bagaimana tidak, perhelatan budaya ini diselenggarakan di desa yang dikelilingi area pesawahan dan bukit Girilangan menjadi background yang indah untuk dinikmati.

aan prihandaya gumelem 02
Gumelem Ethnic Carnival adalah kompilasi dari berbagai potensi yang ada di desa Gumelem yang dikemas sedemikian rupa untuk menarik pengunjung datang ke desa wisata Gumelem. Usaha ini tidak sia-sia, karena event ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat, bukan hanya dari pemerintah daerah dan penduduk sekitar namun juga pengunjung dari luar kota, khususnya saat pentas musik berkemas Jazz Hujan!

Di tengah rintik hujan, panggung diisi bergantian oleh musisi-musisi dari berbagai kota. Tidak hanya itu, sisipan seni tradisi pun juga mendapat respon yang antusias dari penonton. Seperti misalnya Lengger Lanang, tarian yang gemulai namun kocak yang dimainkan oleh dua orang laki-laki. Kolaborasi seni tradisi dengan seni modern menjadi event yang menarik.

Pada hari kedua, dipertontonkan seni tari sabet atau disebut Ujungan. Tarian , meski menurut saya lebih layak disebut pertandiangan ini dilakukan oleh dua orang yang saling berusaha memukul kaki lawannya. Cerita rincinya besok bakal ditulis dalam post tersendiri. Ujungan merupakan tarian khas desa Gumelem untuk meminta hujan. Dan, setelah acara tersebut selesai tiba-tiba hujan deras disertai angin yang sempat membuat pentas selanjutnya tertunda. Wallahualam…  😀

Selain pentas musik jazz, lengger lanang dan ujungan masih banyak kegiatan yang dilaksanakan seperti wayang jemblung, fashion show, pameran batik khas Gumelem sekaligus mengundang pengunjung untuk belajar membatik. Batik Gumelem adalah batik tulis yang halus bergaya Mataraman, secara hingga saat ini Gumelem memang masih memiliki hubungan khusus dengan kraton Surakarta.

Di sela-sela kegiatan, saya sempatkan jalan-jalan di kawasan desa dan ternyata banyak sekali tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Bagi yang hobi wisata budaya, di Gumelem ada makam Ki Ageng Giring, juga masjid agung Gumelem yang konon dibangun pada tahun 1600-an. Baiknya ditulis besok aja, lumayan buat nambah post 😆

Eh, masuk Net.tv…

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s