Dolan Ke Lereng Lawu #2

kranyar 10

Kecamatan Ngargoyoso di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berada di lereng barat Gunung Lawu yang berudara dingin. Di kawasan ini, selain memiliki obyek wisata Candi Ceto dan Candi Sukuh, juga terdapat perkebunan teh di Kemuning. Hamparan luas kebun teh mengingatkan pemandangan kala melewati puncak pass di Jawa Barat. Dengan variasi ketinggian antara 800 hingga 1.540 meter di atas permukaan laut membuat kawasan ini cukup sejuk.

Cerita sejarah, pada awalnya pada sekitar tahun 1925 perkebunan teh ini dibangun oleh perusahaan NV. Cultur Mascave Kemuning yang berpusat di Belanda. Buset, kebunnya di sini, yang punya di Eropa sana.. Oleh NV meneer Belanda itu, pengelolaannya diserahkan kepada dua bersaudara, Johan dan Van Mender Voort. Pada tahun 1942-1945, perkebunan ini diambil alih pemerintah Jepang, dan berikutnya pada tahun 1945-1948 dikelola oleh kraton Mangkunegaran. Dan saat ini dikelola oleh PT Rumpun Sari – yang konon – milik KODAM Diponegoro.

Perkebunan di lereng gunung Lawu ini sangat asri, membuat betah nongkrong lama di sana, menikmati pemandangan hijau, seakan karpet yang menyelimuti perbukitan. Terlebih, di setiap sudut kawasan perkebunan ini memiliki spot-spot yang menarik untuk diambil gambarnya. Instagramable!

kranyar 11

Namun sayangnya, kondisi jalan yang sempit, menanjak dan berliku membuat sulit untuk memarkir kendaraan, khususnya roda empat. Beruntung di beberapa sudut masih ada space yang cukup luas, dan di sanalah orang-orang – termasuk saya – memarkir kendaraan. Biasanya di titik-titik tersebut dibangun warung kecil menjual makanan dan minuman. Keberadaan warung semi permanen tersebut memang kadang menguntungkan dan memfasilitasi pengunjung yang membutuhkan. Tapi ke depan, bila keberadaannya enggak diatur justru akan menjadi masalah baru bagi pengelola perkebunan. Ini kata saya ๐Ÿ˜€

Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, beberapa investor yang bisa melihat peluang mulai membangun resto maupun kafe, termasuk sarana outbond dan lainnya. Salah satunya yang lumayan ngehits adalah Rumah Teh Ndoro Donker. Rumah teh ini berada di tepi jalan yang membelah perkebunan Kemuning. Katanya sih, rumah itu dulu milik pak Donker, warga Belanda yang bekerja di perkebunan tersebut. Entah dia jadi bos, atau mandor atau petani saya enggak tahu.

Tapi, rumah teh ini memang layak diacungi jempol. Selain brandingnya udah jadi sehingga rame, tempat dan menu yang ditawarkan memang asik. Kami memilih tempat duduk di halaman belakang untuk menikmati suasana perkebunan yang menjadi latar belakang rumah. Yaa.. tapi saya duduk memunggungi halaman, jadi yo podo wae.. ๐Ÿ˜€

kranyar 13

Berbagai jenis teh ditawarkan di sini, baik teh lokal maupun impor, dengan harga yang relatif tidak mahal. Untuk makan siang, saya kemarin pesen iga bakar, ternyata dagingnya alot. Tapi saat gangguin sop iga milik yang ada di depan saya, rasanya empuk. Not bad. Sayangnya karena hujan dan mungkin karena liburan sehingga rame pengunjung, saya jadi males keluarin kamera.

Selesai dari Ndoro Donker, kami pulang ke Jogja dalam hujan lebat. Oiya, saya wajib berterima kasih pada om Dhanang, blogger sekaligus calon walikota Solo, yang sudah baik hati warning saya untuk enggak masuk kota Solo karena macet. So, dari kota Karanganyar saya belok kiri via Bekonang, Solo Baru, Baki, Pakis, tembus Delanggu dan selamat dari kemacetan hingga Jogja.

Advertisements

12 comments

    1. Ooooh.. mas Dhanang itu calon walikota toh…. Salim dulu Mas ๐Ÿ˜€
      Iya ya Mas, waung semi permanen itu kudu diatur dari awal biar keberadannya menunjang bukan malah ngerusuhin ya ๐Ÿ˜€

      Liked by 1 person

  1. Ah perkebunan teh, saya pengen lari-lari di sela-sela perkebunan teh seperti di film-film itu :haha. Soal perusahaan Belanda yang kantornya di mana wilayah kerjanya di mana, oh itu biasa, dulu kan anggapannya satu negara ya kita dengan ibukota di Amsterdam sana :hihi. Tapi keren banget pemandangannya, mau ke sana… :huhu. Mudah-mudahan bisa :amin.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s