Hadapi Dengan Senyuman

hadapi

Hae.. bulan Desember 2015 akan berakhir besok. Di Jogja dan beberapa kota lain sudah terasa sekali efek macet karena kedatangan orang-orang yang berlibur. Ada juga yang tetap tinggal di rumah, dan mulai merancang resolusi-resolusi ideal yang akan diraih di tahun 2016, seakan lupa bahwa resolusi yang mereka buat untuk tahun 2015 meleset semua šŸ˜€

Namun ada juga yang mulai melakukan refleksi. Tersenyum bila ingat peristiwa nyenengin yang terjadi, dan cemberut atau galau lagi ketika teringat hal yang menyedihkan. Ya semacam itulah. Laif.

Bukan nyinyir sih, karena saya sendiri juga melakukan itu. Semalam. Sambil bengong di kamar dengerin musik, pikiran seakan nyongkel-nyongkel temlen hidup di tahun 2015. Dalam rentang waktu hampir 365 hari ini, tentunya banyak peristiwa yang saya alami. Apapun peristiwanya, menyenangkan atau menyedihkan, menguntungkan atau merugikan semua sudah terjalani dan tercatat dalam sejarah hidup kita. Baik atau buruk itulah kenyataan yang nyata-nyata tidak bisa dihindari.

Tahun ini saya banyak kehilangan. Tidak hanya kehilangan yang berujud fisik, namun juga harapan. Saya kehilangan proyek yang sudah dirintis lama, namun tiba-tiba buyar. Saya kehilangan beberapa alat kerja yang membuat saya jadi mandeg, berhenti enggak bisa apa-apa. Saya kehilangan harapan… eh ga jadi ah, ntar lama-lama jadi curhat nih šŸ˜›
Kecewa, mangkel, sedih pasti iya. Namun kembali lagi, buat apa ekspresi seperti itu diumbar? Terlepas dari segala kesusahan tersebut saya tidak boleh lupa bahwa saya juga diberi kebahagiaan. Rejeki yang hilang diganti dengan rejeki yang lain. Saya yang sebelumnya masih harus lari-lari uber kerjaan, tiba-tiba disodori pekerjaan tetap, dan saya masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah ada sebelumnya. Enak to? Bahagia? Jelas. Cuma jodoh yang hingga… *sinyal ilang*

Yang mesti dilakukan tentunya mensyukuri bahwa kita masih diberi kesempatan merasakan sedih maupun senang. Coba bandingkan dengan orang yang hidupnya seneng terus, atau bahkan sedih terus. Sepertinya kok enggak enak. Enggak dinamis.

Dapat copasan quote dari twitter, “Be happy with what you have, while working for what you want.” Begitulah. Nilai yang saya dapat di tahun ini adalah saya hepi dengan apapun yang saya kerjakan. Dan seandainya pun tidak sesuai dengan harapan, saya kasih porsi kecewanya dikit ajalah… karena semuanya sudah ada yang merancang. Dan saya tidak berani protes terhadap rancangan Tuhan. Yowes, bersyukur dan maturnuwun aja.. Senyum.. šŸ™‚

*foto diambil di hutan pinus, Karangkobar, Banjarnegara.

 

 

Advertisements

5 comments

  1. Namanya satu tahun pasti banyak kejadian ya Mas, di saya pun juga demikian, banyak yang terjadi, tapi mari disyukuri ya Mas :hehe. Mudah-mudahan di tahun depan kita semua jadi insan yang lebih kuat dan lebih pintar bersyukur :)). Yuk, semangat! Masih panjang masa depan yang bisa kita tatap dari sini :hehe.

    Like

  2. Semangat, mas. Semuanya pasti ada hikmahnya. Amiiiin :’)

    Btw, salam kenal ya mas. Aku di Jogja juga, tapi belum pernah main ke hutan pinus itu. T.T

    Like

  3. Saya 2015 dibilang senang ya senang. Di bilang sedih juga benar karena sering bersedih.

    2016 maunya klo bisa cuma senang2 doank. Gak mau lagi sedih dan kecewa. Manusia normal kan berpikir seperti itu.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s