Yang Penting Kamu Hepi :)

hepi2

Jadi beberapa hari ini saya lagi sering bersinggungan dengan kata bahagia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram, lahir dan batin. Sedangkan menurut Aristoteles, kebahagiaan atau happiness berasal dari kata “happy” atau bahagia yang berarti feeling good, having a good time, atau sesuatu yang membuat pengalaman yang menyenangkan.

Realita, semua orang ingin hidup berbahagia. Dan tolok ukur kebahagiaan masing-masing orang juga berbeda, karena konsep dan cara berpikir manusia yang juga berbeda-beda. Orang yang kekurangan materi akan merasa bahagia bila memiliki rumah indah dan mobil mewah. Namun bahagia menurut mereka akan berubah manakala rumah dan mobil idaman tersebut sudah dimiliki. Seperti halnya bagi orang yang sakit akan melihat bahwa sehat adalah kebahagiaan. Namun saat mereka sehat, target kebahagiaan mereka akan berubah. Jadi, bahagia itu fleksibel, menyesuaikan keadaan masing-masing individu.

Namun tdiak hanya tentang kesehatan dan materi. Bahagia tidak hanya berasal dari segala hal yang menguntungkan diri pribadi. Sekali waktu mungkin ada pertanyaan, “Kenapa sih kamu baik sama aku?” Atau, “Aku gak bisa balas kebaikanmu..” Kenyataannya, ada orang yang enggak memperhitungkan berapa banyak ia luangkan waktu, tenaga bahkan materi demi kebahagiaan orang lain. Juga tidak mengharapkan balasan apapun dari apa yang ia lakukan. Jadi, membuat orang lain bahagia adalah pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan. Meski, kadang ada resiko, ujung-ujungnya muncul statement bernada curiga dan enggak enak didengar,  “Orang yang berbaik hati pasti punya tendensi” Lhaa… padahal kalau ditelaah lebih dalam, bisa jadi tendensi orang itu adalah mendapatkan kebahagiaan saat melihat orang lain bahagia. Dan itu bukan suatu kesalahan, selama dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Intinya, yang penting kamu hepi.. 🙂

Tidak ada bahagia yang terpaksa. Bahagia adalah perasaan positif dan jujur dari manusia saat melakukan sesuatu tanpa ada rasa terpaksa apalagi menderita. Ah, makin malam ngomongnya makin ngaco. Intinya paham kan? Yasudah kalau gitu kamu sini dek, aku bahagiain… *dikeplak*

 

*gambarnya kembang. cocok ga sih?

 

 

Advertisements

14 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s