Ajur Ajer Tan Luluh

ajur ajer tan luluh 4

Ajur Ajer Tan Luluh kurang lebih berarti tak tak tergoyahkan. Ungkapan Jawa yang indah tersebut saya terjemahkan menjadi bahwa dalam kondisi apapun, bahkan dalam kondisi terburuk pun, tak akan menghancurkan semangat, niat dan prinsip. Semoga benar 😀

Ajur Ajer Tan Luluh adalah tema dari Festival Tlatah Bocah yang diselenggarakan pada 27-28 Agustus 2016 yang lalu di dusun Gowok Pos Merapi, Sengi, Dukun, Magelang, Jawa Tengah. Tanpa terasa, event Festival Tlatah Bocah sudah menginjak gelaran yang ke-10. Tentunya bukan hal yang mudah bagi teman-teman, anak-anak muda di lereng Merapi untuk selalu konsisten menyelenggarakan event seni dan budaya dalam suka cita.

Tlatah Bocah memang tepat memiliki prinsip Bocah Dudu Dolanan, Bocah Kudu Dolanan. Tlatah yang berarti arena, menjadi wadah bagi anak-anak untuk melestarikan seni tradisi secara bahagia. Bermain di sini tidak sekedar bermain, namun juga menjadi ajang belajar yang menyenangkan. Hasilnya, 3 pameran, 5 workshop, 23 kesenian menjadi konten dari Festival Tlatah Bocah tahun ini. Dan semuanya dilaksanakan dalam kegembiraan. Bahkan, peserta yang sudah mengikuti kegiatan ini selama 7 kali berturut-turut akan diberi apresiasi berupa 3 ekor ayam untuk dipelihara, paket sekolah, dan juga uang tunai.
Ayam? Ah, saya jadi ingat Tlatah Bocah pernah menggagas sebuah bentuk beasiswa dengan wujud pemberian satu ekor ayam kampung siap bertelur. Ayam ini diharapkan bisa menjadi media bagi anak-anak untuk tentang kehidupan, belajar bertanggungjawab dan menabung. Keren!

Ajur Ajer Tan Luluh. Festival Tlatah Bocah tahun ini diisi dengan berbagai bentuk kesenian, termasuk penampilan dari komunitas di luar Magelang. tercatat misalnya komunitas Gendhis Ayu Semarang, Duta Seni Boyolali, Lare Mentes Klaten, termasuk juga dari Jogja, Salatiga dan Jakarta. Bahkan, dipamerkan juga Surat Bergambar dari Thailand. Berbagai komunitas tersebut membaur dalam suka cita di lereng gunung Merapi.

Hujan deras di hari pertama memang sempat menghentikan acara. Namun di hari kedua, mendung yang menggayut tidak mengendorkan semangat mereka untuk berkarya, menari, bernyanyi dan bergembira dari pagi hingga malam hari. Ajur Ajer Tan Luluh. Apapun yang terjadi, the show must go on.. Cuma saya aja yang cemen, karena takut kehujanan, buru-buru pulang ke Jogja meski acara belum berakhir 😦

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s