Pasa Harau: Tentang Keindahan Alam Dan Tradisi Minangkabau

harau_01

Sebelumnya, Harau adalah nama yang asing di telinga saya. Namun begitu menginjakkan kaki di sana, sesaat saya hanya bengong dan kagum akan keindahan alam yang super keren ini. Sawah yang menghijau sangat kontras dengan warna kuning kemerahan tebing granit setinggi 200an meter yang seakan menjadi benteng yang kokoh bagi kawasan tersebut. Belum lagi sejumlah air terjun menghiasi tebing tersebut. Tentu saja suatu yang mustahil bisa saya temui di Jogja 😀

Harau adalah nama kecamatan di kabupaten Limapuluh Kota, sekitar 18 km dari Payakumbuh, atau sekitar 138 km dari Padang, ibukota provinsi Sumatera Barat. Atau, bila ingin sport jantung – sebagaimana yang saya lakukan kemarin – kita bisa berangkat dari Pekanbaru menggunakan travel. Dengan rute ini kita akan melewati jembatan layang Kelok Sembilan yang sebelumnya hanya bisa saya nikmati di youtube. Namun, jalan yang menanjak dan turun serta berkelok-kelok, ditambah supir travel khas lintas Sumatera membuat penumpang – minimal saya – berasa kaki pengen banget nginjak rem! Tapi perjalanan semi horror tersebut terbayar lunas, bahkan lebih saat kita sudah sampai di kawasan lembah Harau.

harau_02

Pasa Harau Art & Culture Festival adalah alasan saya bisa sampai di sini. Pasa yang berasal dari kata pasar atau keramaian, menjadi media untuk merepresentasikan budaya Minang. Nah, perpaduan alam yang indah dengan seni tradisi yang unik dan menarik adalah tujuan Pasa Harau menjadi satu event wisata eksotis. Oiya, belum lagi uni-uni yang cantik membuat jejaka manapun merasa betah tinggal di sana hhaaa….

Berdasar skala yang saya buat, Randai dan Silek Lacah berada di urutan atas dari sekian seni tradisi Minangkabau yang ditampilkan di Pasa Harau. Meski tidak berarti Tari Piriang, Pacu Anjing maupun seni dan permainan lainnya menjadi tidak menarik.

Randai dimainkan oleh sekelompok orang yang membentuk lingkaran, melakukan gerakan-gerakan yang dinamis dan rancak. Bahkan mereka memanfaatkan kain sarung yang mereka kenakan sebagai penambah bunyi-bunyian. Keren! Di sela-sela itu akan ada drama yang berwujud dialog atau pantun yang menceritakan sesuatu. Sayang, mereka menggunakan bahasa Minang sehingga saya 100% enggak paham mereka ngomong apa. Namun, gerakan-gerakan bergelombang yang rancak tersebut sangat menarik untuk ditonton.

Pada hari kedua Pasa Harau, dipertontonkan Silek Lacah atau Silek Lanyah atau silat yang dilakukan dalam kubangan lumpur. Di saat para tamu melakukan trekking, di suatu sawah mereka disuguhi pencak silat khas Minang yang konon berasal dari Padang Panjang ini. Para pemain saling beradu disertai tendangan, bantingan dan loncatan. Konon Silek Lanyah tidak hanya dimainkan dengan tangan kosong saja melainkan juga menggunakan senjata tajam seperti pisau atau senjata silek lainnya. Sayang pada penampilan kemarin mereka hanya beradu menggunakan tangan kosong. Cipratan lumpur dan air sawah menjadi efek yang menarik dan membuat penonton berdecak kagum.

harau_04

Selain seni tradisi, yang menarik dari Pasa Harau adalah kulinernya! Makanan khas Minang yang kaya rempah dan bersantan membuat saya harus rela berat badan naik setelah hampir seminggu di sana. Rendang hitam dan ikan sambal tidak cukup disebut enak, namun enak banget! Selain itu masih ada teh Kawa Daun, yaitu seduhan daun kopi yang disajikan menggunakan tempurung kelapa. Rasanya unik dan eksotis.

Pasa Harau Art & Culture Festival menjadi kemasan yang menarik, membuat pengunjung mendapatkan semua yang ada di lembah Harau, baik kekayaan alam maupun seni budaya. Tapi kalau pengen uni Minang nan elok mestinya tetap harus berusaha sendiri.. 😀

harau_03

 

 

Advertisements

15 comments

    1. Hi Sandy, it was an art and culture festival which held in Harau valley, a place in West Sumatera. Sure, it’s very interesting.
      Hope someday, I will write a post in English so that I can share the beauty of my country.

      warm regards,
      Aan

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s