Bangka: Kunjungan Tak Terduga

bangka_01

Pulau Bangka adalah satu dari sekian tempat yang masuk list wacana destinasi saya. Wacana doang tanpa tahu kapan bisa ke sana. Sampai mendadak saya diundang untuk motret di Bangka. Waa.. dolan ini! Saya jadi yakin kalau saya memang baik dan disayang Tuhan πŸ˜€

Banyak pengalaman lucu yang terjadi, bahkan saat saya cari tiket pesawat via online. Saya tidak menemukan satu pun bandara saat mengetik Bangka. List penerbangan baru muncul setelah diberi tahu bahwa destinasinya adalah Pangkal Pinang. Olala bodohnya… Selain itu, saya enggak sempat cari info tempat wisata di pulau Bangka. Jangankan browsing, bahkan packing pun baru sempat dilakukan sejam sebelum berangkat.

Setelah terlambat satu jam, akhirnya hari Jumat 2 September siang, saya mendarat dengan selamat di bandara Dipati Amir, Pangkal Pinang, ibukota provinsi Bangka Belitung. Keluar dari bandara saya langsung diajak ke restoran seafood Mr. Adox untuk makan siang. Menu siang itu adalah lempah kuning ikan pari. Dimasak menggunakan buah nanas. Rasanya gurih manis tapi lucu. Tapi tetep doyan sih… Setelah kenyang, kami bergerak ke pantai Pasir Padi. Pantai yang dekat dari pusat kota ini cukup ramai. Pasir putih membentang, pohon-pohon yang teduh di sepanjang pantai menjadi tempat berlindung dari sengatan matahari, sambil menikmati air kelapa muda. Malam hari tidak ada aktifitas yang bisa dilakukan, karena di samping tidak ada kendaraan, badan juga cukup loyo setelah malam sebelumnya lembur beresin kerjaan di Jogja.

Agenda hari kedua adalah ke Sungailiat dan saya mendapatkan kesempatan untuk jadi sopir.. tamu kok nyopir 😐

bangka_03

Perjalanan ke Sungailiat cukup menyenangkan. Jalur lintas timur pulau Bangka memiliki trek yang lurus dan cukup sepi, namun tidak berarti nyaman buat ngebut. Di beberapa tempat terdapat lubang yang cukup besar hingga tidak ada pilihan untuk mengurangi kecepatan. Tapi ngapain juga ngebut kalau bisa jalan pelan sambil menikmati pemandangan?

Pada awalnya di kiri kanan jalan dipenuhi oleh rawa dan alang-alang cukup luas sehingga mirip padang sabana. Lantas berikutnya mulai muncul pohon cemara, satu, dua, akhirnya banyak! Nyetir di jalur ini berasa lagi nyetir di Amerika sana.. based on di film-film itu πŸ˜€

Persinggahan pertama adalah danau kolong biru di suatu tempat dekat desa Air Anyir. Danau kolong biru atau danau kaolin banyak ditemukan di kawasan Bangka Belitung. Danau ini terbentuk akibat lobang-lobang bekas galian tambang timah. Dinding-dinding bekas lubang galian ini berwarna putih dan semakin terlihat cantik ketika berpadu dengan air danau yang berwarna biru toska. Air danau berasal dari air hujan dan mata air yang berada di dasar danau tersebut. Perpaduan warna biru air dan dinding batu berwarna putih menjadi pemandangan alam yang sangat indah. Katanya ada satu danau kolin di daerah Bangka Tengah yang jauh lebih cantik dari yang saya datangi ini. Tapi yang satu ini okelah, cukup membuat saya terpukau.

bangka_04

Berikutnya adalah Vihara Tri Agung di Sungailiat. Bangunan pagoda ini lebih besar namun tidak setinggi pagoda Avalokitesvara di Semarang. Pagoda Tri Agung terdiri dari tiga tingkat yang konon melambangkan Tri Dharma, yakni Kongfuciusme, Buddhisme dan Taoisme. Bandingkan dengan pagoda Avalokitesvara yang memiliki tujuh tingkat. Menariknya, dari depan pagoda kita bisa melihat selat Karimata yang membentang luas dengan hamparan pasir putih dan batu-batu besar.. Cakep! Satu hal lagi, saya menemukan anjing dengan telinga lucu di kompleks ini.. Katanya mirip pikachu. Ini bikin saya gagal paham.

bangka_08

bangka_05

Next, kami meluncur ke pantai…. Ada yang bilang namanya pantai teluk Uber, tapi yang lain bilang namanya pantai Tanjung Pesona. Gak tau yang benar yang mana, tapi seperti pantai-pantai lain di Bangka, tetep aja keren. Pantainya sepi, membuat kami nyaman sekali berada di sana. Sayang, karena planning yang enggak jelas membuat saya gagal nyebur di laut karena enggak bawa baju ganti. Tapi spot-spot yang indah memanjakan saya bermain kamera. Di sudut pantai ini saya menemukan tempat berdoa – mungkin – agama Buddha atau Kong Hu Cu. Oiya, Bangka merupakan daerah yang memiliki tingkat toleransi cukup tinggi. Sangat lazim ditemui rumah ibadah dari agama yang berbeda-beda yang saling berdekatan. Masyarakat etnis Melayu dan Cina telah berbaur dengan baik sejak lama.

Ngomongin kuliner, sepertinya saya musti bilang bahwa Lempah Kuning adalah kuliner khas Bangka. Di berbagai kesempatan saya menikmati masakan ini dengan berbagai versi. Lempah adalah masakan berkuah dengan bahan dasar ikan laut, dengan tambahan kunyit sehingga berwarna kuning, dan buah nanas atau tomat, mungkin buat rasa asam. Saya mencicipi ikan pari, tengiri, bahkan hiu yang diolah dengan cara ini. Namun sepertinya saya lebih suka menggunakan tomat daripada nanas.

bangka_02

Ada satu tempat yang disebut dengan nama Pasar Mambo. Di sepanjang kawasan ini berderet warung makan yang rata-rata menawarkan seafood dan chinese food. Jangan kuatir, chinese food di sini diolah untuk tamu muslim. Oiya, di sini juga banyak dijual berbagai jenis empek-empek.

Seorang teman menyarankan saya untuk mencicipi kopi Tung Tau. Saya pikir ini jenis kopi single origin dari Bangka. Ternyata Tung Tau adalah nama kedai kopi yang sudah legendaris di pulau Bangka. Kopi β€œO” adalah menu andalan di kedai ini. Bagi penggemar kopi arabica seperti saya, kopi O terasa β€œenteng” dan kurang asam. Namun tetap saja menarik karena kopi disajikan dalam cangkir keramik kecil, dinikmati di tempat yang sederhana dengan susunan meja kayu dan kursi plastik biasa. Kedai kopi Tung Tau menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai. Oiya, di sini saya juga mencicipi roti panggang isi telur dan abon ikan. Karena roti bakar isi coklat atau pisang sangat mudah didapat di Jogja.

bangka_09

Dua hari tiga malam di Bangka jelas tidak cukup untuk eksplorasi keindahan alam di sana. Tapi setidaknya bersyukur bisa mencoret satu tempat dari list wacana destinasi saya. Terimakasih buat Aji dan Septi. Kalau kalian tidak menikah mungkin saya tidak akan bisa sampai sana. Eh, asik juga kalau kalian menikah lagi di Raja Ampat atau di mana gitu πŸ˜€

bangka_07

Advertisements

18 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s