Rijsttafest: Festival Membangun Sejarah Masa Depan

rijsttafest_smg-03

Rijsttafel. Pada masa kolonial Hindia Belanda, para penguasa dan orang kaya Belanda menciptakan perjamuan makan untuk menikmati beraneka ragam makanan Nusantara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya. Nah, Rijsttafest berasal dari kata ini. Festival yang menggabungkan sejarah, seni budaya yang dikolaborasi dengan berbagai kuliner.

Pada hari Selasa-Rabu, 22-23 November kemarin diselenggarakan Rijsttafest di Gedung Oudetrap dan Taman Sri Gunting di Semarang, di sebelah gereja Blenduk di kawasan kota lama Semarang. Pemilihan lokasi yang tepat, di mana kota lama (dulu disebut Outstad) sekitar tahun 1700an menjadi pusat perdagangan yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda.

Festival seri pertama dengan tema Jalan Raya Pos ini adalah bagian dari rangkaian Rijsttafest yang akan diselenggarakan di tujuh kota hingga pertengahan tahun depan. Sungguh beruntung saya bisa terlibat di festival yang asik ini, meski sekedar jadi ‘tukang embuh’ 😀

Event ini berawal dari survei yang dilakukan beberapa lembaga, antara lain Centre For Indonesia Risk Studies (CIRiS), PARA Syndicate dan Syarikat Indonesia terhadap generasi muda, bagaimana mereka melihat sejarah dengan caranya, bagaimana kultur dari luar memengaruhi pikiran dan tindakan, hingga bagaimana mereka menjiwai nasionalisme. Dari situ, Rijsttafest mencoba menggugah perhatian generasi Y – anak-anak muda dalam rentang umur 17-20an – pada sejarah bangsanya sendiri, khususnya sejarah tentang Indonesia – Belanda yang sudah berlangsung selama tiga setengah abad lebih.

Gedung Oudetrap. Bangunan tua yang belum selesai direnovasi ini dikemas sedemikian rupa, dihiasi dengan berbagai patung dan ornamen “tempo doeloe,” termasuk juga foto-foto kawasan kota lama dahulu dan sekarang. Di aula bagian dalam menjadi tempat diselenggarakannya diskusi hasil survey yang diikuti oleh anak-anak muda dari berbagai perguruan tinggi di Semarang dan sekitarnya. Di bagian depan diatur booth-booth Culinary Expo. Well, kuliner memang bentuk konkrit dari struktur budaya, sosial, ekonomi dan bahkan politik. Di situ, digelar berbagai jenis makanan khas yang boleh dinikmati secara gratis.

Taman Sri Gunting yang berada tepat di depan Oudetrap dihiasi puluhan payung warna-warni menjadi spot menarik untuk berfoto. Hujan lebat yang sempat mengguyur kota Semarang tidak menggoyahkan mereka untuk memanfaatkan momen ini. Memang, dalam festival ini juga diselenggarakan Selfie contest dengan hadiah masing-masing 250 ribu untuk 20 foto favorit dan 1 juta rupiah untuk foto terbaik. Tahu sendiri lah, anak-anak muda sangat antusias mengikutinya.

Rijsttafest di Semarang ini juga bekerja sama dengan berbagai komunitas lokal yang ikut berkontribusi dalam menghibur dan membuka workshop di sana. Semarang Night Carnival mengirimkan beberapa talent mereka, lengkap dengan “baju” full asesoris untuk menari dan berfoto bersama warga. Komunitas wayang suket, membuka workshop, memberikan pelatihan membuat wayang dengan bahan rumput ilalang kering. Selain itu, pada hari pertama kelompok musik yang berlabel “Pertoendjoekan Oemoem Gambang Semarang Art Company” bermain musik dari balkon gedung Oedetrap. Sedangkan hari kedua giliran Keroncong Juice tampil menghibur pengunjung.

Secara umum, Rijsttafest di Semarang ini bisa dibilang berhasil. Lebih dari seribuan pengunjung, khususnya anak-anak muda, selama dua hari memenuhi kawasan ini dari pagi hingga malam hari. Mereka tidak hanya sekedar berhura-hura foto sana sini, namun juga terlibat dalam kegiatan yang lebih serius. Saat diskusi, terlihat antusiasme mereka dalam menyampaikan pandangan, merskipun terdapat perbedaan, namun tetap berjalan asik dan menarik. Oiya, Rijsttafest di Semarang ini juga dikunjungi oleh Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte. Meski cuma sebentar, tentu saja kehadiran PM Belanda memberikan nilai lebih pada event ini.

rijsttafest_smg-01

Rencananya, bulan Desember 2016, Rijsttafest akan hadir di kota Jogja. Semoga tetap menyenangkan, sukur-sukur kebagian job juga hahaha….

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s